Your Ads

Wednesday, Mar 20, 2019
HomeActual & ValidPanglima TNI dan Kapolri Hadiri Konaspi IX, Prof Mahfud Tawarkan Konsep Pendidikan Kritis

Panglima TNI dan Kapolri Hadiri Konaspi IX, Prof Mahfud Tawarkan Konsep Pendidikan Kritis

SULUTIMES, Sulut – Konvensi Nasional Pendidikan (Konaspi) IX Tahun 2019, berlangsung di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP).

Tanah Minang dengan legenda terkenal Malin Kundang dan Sitti Nurbaya, memberi pesona tersendiri bagi ribuan peserta Konaspi 2019 termasuk didalamnya Universitas Negeri Manado (Unima) yang mengutus 50 peserta konvensi yang dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS.

Konaspi 2019 merupakan wahana akademik bagi kaum pendidik di Indonesia yang selalu membahas isu-isu kritis dunia pendidikan Indonesia. Pada Rabu, 13 Maret 2019 telah dibuka secara resmi oleh Menristekdikti Prof Mohamad Nasir PhD, dengan pokok pembahasan adalah tentang Revolusi Pendidikan Indonesia.

Menristekdikti dalam sambutan pembukaannya dikuti dengan simbol pemukulan gong menekankan pada hasil rekomendasi Konaspi 2019 yang solutif, aplikatif, dan inovatif.

“Melalui Konaspi 2019 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang solutif dan aplikatif bagi pengembangan tenaga kependidikan, dan inovasi sistem pembelajaran di Indonesia,” tegas Menristekdikti.

C: Kapolri saat membawakan materi dalam Konversi IX. (vr/st)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Prof Tito Karnavian PhD, menjadi salah satu narasumber mencerahkan peserta dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an.

“Indonesia adalah Negara besar yang memiliki modal karakter kuat dan sudah teruji dari segi peradaban kemanusiaan dan sumber daya alam. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus menjaga keutuhan NKRI melalui pelestarian nilai-nilai ke-Indonesia-an untuk mencegah terorisme dan gangguan keamanan yang lain. Supaya Indonesia terus menjadi Negara yang diperhitungkan dunia,” pesan Kapolri, Kamis (14/3/2019).

C: Prof Dr Mahfud MD menawarkan konsep Pendidikan Kritis. (vr/st)

Prof Dr Mahfud MD, yang juga salah satu narasumber Konaspi IX Tahun 2019 memberikan materi sehubungan dengan perkembangan pendidikan yang harus didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.

“Pancasila telah diuji dalam segala proses di Negara kita. Bahkan sejarah bangsa Indonesia telah mengakui Pancasila. Pancasila telah berproses melalui proses konstitusional bahkan proses gerakan bersenjata” ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI.

Lebih lanjut Prof Mahfud menambahkan terkait perkembangan pendidikan di Indonesia yaitu konsep Pendidikan Kritis. “Pendidikan Kritis untuk mengembangkan pendidikan Indonesia, artinya, setiap warga Negara harus berpikir kritis tentang Undang-undang yang justru dihasilkan dari kepentingan dan kebijakan politik” tambah Prof Mahfud.

Tawaran konsep Pendidikan Kritis lanjutnya perlu disertai dengan strategi pendidikan yang tepat sasaran yaitu menempatkan siapa yang akan menentukan nilai instrumental pendidikan dan siapa yang akan menjalankan nilai praktikal pendidikan. Bahkan Konsep dan strategi pendidikan kritis ini perlu dikampanyekan.

“Saya mau berkampanye. Kampanye tentang pendidikan kewarganegaan. Bukan soal harus memilih siapa tetapi mari berperan untuk menentukan masa depan bangsa yang didalamnya masa depan pendidikan. Gunakan hak pilih kita dalam Pemilu 17 April 2019 bukan hanya soal memilih pemimpin dan wakil rakyat tetapi juga untuk menentukan siapa-siapa yang berwenang menentukan nilai-nilai intrumen dan siapa-siapa yang akan menjalankan nilai-nilai praktikalnya. Mari bangun pendidikan berdasarkan filosofi pendidikan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bukan untuk mencerdaskan otak,” tutup Prof Mahfud.

C: Rektor Unima dalam suatu rangkaian kegiatan Konapsi IX Tahun 2019, Di Kampus UNP. (vr/st)

Sementara itu, Rektor Unima berharap agar supaya Unima dapat mencatatkan nama dalam sejarah bangsa Indonesia melalui bidang pendidikan.

“Selaku Rektor saya berharap semua peserta Konaspi dari Unima dapat mengambil bagian dan aktif memberi sumbangan pemikiran untuk perumusan konsep inovatif pendidikan Indonesia, karena dengan ini, kita telah mencatatkan nama UNIMA dalam sejarah bangsa Indonesia” ujar satu-satunya Rektor perempuan LPTK Indonesia.

 

Qys

Comments

comments

BAGIKAN:
Sosialisasi ke Peran
Dihadiri Gubernur OD

viktory.rotty@yahoo.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

Pin It on Pinterest

Share This