Sidang Elim Tuminting Gelar PIJ 87 Tahun KGPM, Batasina: Kasih Allah Landasan Spirit Iman

0
25

SULUTIMES, Manado – Ekspresi ungkapan syukur tidak dibatasi oleh situasi dan kondisi, meskipun dilanda pandemi Covid-19,  ditengah saratnya pergumulan dan beban hidup, orang beriman harus selalu bersyukur. Ungkapan syukur yang dilandasi pada Kasih Allah, mampu menembus ruang dan waktu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Gembala Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Gbl. Tedius Kuemba Batasina, STh., saat memimpin Ibadah Penyegaran Iman Jemaat (PIJ) dalam rangka mensyukuri anugerah dan penyertaan Tuhan bagi KGPM selang 87 tahun (29 Oktober 1933 – 29 Oktober 2020) di KGPM sidang Elim Tuminting, Kamis (29/10/2020).

“Belajar dari kitab Ulangan 6:1-9, pidato Musa kepada Yosua yang akan meneruskan kepemimpinannya untuk membawa umat Israel masuk tanah perjanjian, tanah Kanaan. Musa sadar tongkat estafet kepemimpinan harus diserahkan, sehingga ia menekankan esensi kasih kepada Allah, yakni; mengikuti ketetapan, perintah dan aturan Allah adalah hal yang penting dalam mengemban tugas dan tanggung jawab iman,” kata Batasina.

Ketua MG PP KGPM menjelaskan, KGPM ibarat bahtera yang sedang berlayar ditengah samudera luas yang diwarnai dengan badai dan gelombang kehidupan. Bagaimanapun besarnya gelombang kehidupan, gereja (bahtera KGPM) harus terus berlayar sampai ketujuan. KGPM sebagai lembaga gereja yang dihadirkan Allah ditengah-tangah dunia ini, harus mampu menerjang badai dan gelombang kehidupan untuk membawa kabar sukacita bagi semua orang, ibarat peselancar yang sedang bermain diantara ombak kehidupan.

Suasana Ibadah PIJ dalam rangka HUT ke-87 KGPM di sidang Elim Tuminting, Kamis (29/10/2020).

Tiga aspek penting yang diingatkan oleh Musa agar umat Israel mengasihi Tuhan dengan Hati, Jiwa dan Kekuatan. Jadikan Tuhan sebagai Fokus dan Lokus utama dalam hidup. Musa sangat memahami betul pembentukan karesteristik dan tipelogi umat Allah, untuk membangun iman jemaat, sehingga menekankan betapa penting dan dasar yang hakiki adalah Kasih, mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

“87 tahun KGPM dalam berkonggregasi mengangkat tema yang menjadi spirit iman, yakni; ‘Yesus Kristus dalam Kebangsaan, Kebangsaan dalam Yesus Kristus’, 87 tahun KGPM hadir dan berkarya karena anugerah Tuhan. Kasih Allah menjadi landasan spirit iman bagi KGPM untuk mengasihi Tuhan dan sesama, Kasih yang berdampak dalam semua aspek kehidupan,” jelas Gbl. Tesius Batasina, STh.

Batasina yang juga mantan Ketua Umum PP KGPM, melanjutkan, Musa juga menakankan bahwa Karya kasih Allah yang agung dan mulia harus disampai-sampaikan kepada kepada anak cucu. Gereja harus bertanggungjawab terhadap dinamika bangsa dan negara serta proses pendidikan iman jemaat.

“KGPM tetap lembaga gereja, tidak akan pernah berubah menjadi lembaga politik, ekonomi dan lembaga lainnya. KGPM sampai kapanpun tetap menjadi lembaga gereja yang harus berani menyuarakan suara kenabian, menjadi lembaga pembinaan spiritual jemaat, memancarkan terang dan kasih Allah bagi seluruh dunia. Dirgahayu KGPM,” ujar Batasina.

(JO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here