Pesta Demokrasi Telah Usai, Ini Harapan Wakil Ketua Umum DPP GAMKI

0
110

SULUTIMES, Manado – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada tanggal 9 Desember 2020, telah usai. Warga masyarakat yang berada 270 daerah (termasuk Provinsi Sulut dan 6 Kabupetan/Kota) yang menggelar Pilkada serentak, sudah memberikan hak politiknya sebagai proses untuk memilih pemimpin yang baru dan menentukan arah kebijakan pemerintahan serta memenuhi konstitusi negara, sekalipun berada dalam keadaan Pandemi Covid-19.

Menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI, Winsi Kuhu, S.IP., M.I.Pol, siapa pun yang nantinya terpilih agar bisa membawa wilayahnya ke arah yang lebih baik. Para Kontestan harus saling menghargai dan menghormati serta menjunjung tinggi keputusan rakyat dalam menentukan pilihan mereka masing-masing.

“Dengan adanya momentum ini, diharapkan agenda Nasional bangsa indonesia bisa berjalan dengan baik karena hadirnya Pemimpin-pemimpin baru yang amanah dan sesuai pilihan rakyat,” ujar Winsi Kuhu, Kamis (10/12/2020).

Winsi Kuhu, menjelaskan bahwa Democracy of Party adalah momentum bersejarah bangsa Indonesia, catatan yang harus disimpan dalam buku history, perjalanan menuju bangsa yang memiliki fondasi Best State Democracy akan sangat ditentukan pada tahapan pilkada serentak. Lewat pilkada serentak akan menghasilkan Leader of Local Government, suatu masa dimana mereka akan menjalankan roda pemerintahan guna mencapai tujuan daerah dan nasional sehingga dibutuhkan pemimpin yang bijak, berintegritas, dan berkualitas.

“Pencapaian tujuan harus dibarengi dengan perjuangan tak mengenal lelah. Carut-marut serta hiruk-pikuk  perjalanan pemerintahan daerah dan nasional seakan memaksa kita bekerja keras karena ada persoalan Extraordinary yang harus diselesaikan, untuk itu wajib menciptakan Clean Government and Good Governance agar amanah konstitusi bisa dicapai dan akan membawa kesejahteraan masyarakat secara nasional,” jelas Winsi Kuhu, yang menyelesaikan studi S2 di Universitas Padjadjaran Bandung, Jurusan Ilmu Politik.

Dilajutkannya, pemimpin kedepan harus memiliki communication skills, menjadi teladan, dan memiliki pertimbangan/kajian matang dalam pengambilan kebijakan strategis untuk menghindari kesalahan fatal yang bisa berdampak buruk bagi masyarakat, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 ini.

“Education politik saat ini, harus membawa pada arah perbaikan demokrasi kedepan. Langkah-langkah kebijakan strategis yang akan diambil harus bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” harap Winsi Kuhu,S.IP., M.I.Pol., yang saat ini tercatat sebagai Tenaga Ahli DPR-RI.

 

Jo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here