Kasih Yesus Kristus Tanpa Syarat, Kebangkitan-Nya Membawa Pemulihan Bagi Umat Manusia

0
86

SULUTIMES, Manado – Penghianatan akan selalu menyakitkan, apalagi dilakukan oleh orang terdekat yang begitu dipercaya dan sangat dikasihi. Bahkan akan lebih menyakitkan jika rencana jahat (penghianatan) tersebut sudah diketahui sebelumnya.

“Hal ini dialami oleh Yesus Kristus, sang Guru, yang dihianati oleh salah satu murid yang dikasihi. Meskipun demikian, ada harapan dari sang guru agar murid-Nya akan bertobat dan kembali kejalan yang benar,” kata Pimpinan Majelis Sidang (PMS) KGPM Sidang Anugerah Malalayang, Gbl. Fecky Mumu, M.Th., dalam khotbahnya saat ibadah Minggu (28/3/2021), yang mengangkat bacaan Markus 14:12-21.

Gbl. Fecky Mumu, M.Th., melanjutkan, melalui perjamuan paskah bersama dengan murid-muridNya, Yesus Kristus ingin memberitahukan kematian-Nya. Dan juga melalui perjamuan paskah, penulis kitab Markus ingin memperkenalkan Yesus Kristus bukanlah sebagai ‘Mesias yang menyembuhkan segalanya’. Tetapi seorang yang kematiannya memberikan makna bagi kehidupan dan penderitaan yang akan dialami oleh murid-murid.

Injil Markus menulis dalam perjamuan paskah yang pertama dan terakhir dengan murid-muridNya, Yesus menyingkapkan secara gamblang penghianatan yang akan dilakukan oleh salah satu murid, tanpa menyebutkan siapa dia. Yesus hanya menyebutkan ciri-ciri atau gerak-gerik sang penghianat selama perjamuan, untuk mempertegas serta menunjukan siapa sebenanrnya penghianat tersebut.

Si penghianat bukan hanya akan duduk makan dalam perjamuan paskah, namun dia juga bersikap begitu sangat akrab dengan Yesus. Hal ini ditunjukan bahwa si penghianat akan mencelupkan roti dalam satu pinggan dengan Yesus.

“Murid yang dikasihi menjadi aktor dalam skenario penghianatan, berkontribusi besar dalam upaya proses penangkapan Yesus. Sang murid menerima bayaran dari para Imam Kepala dan ahli Taurat yang menilai bahwa pengajaran Yesus mengancam kepentingan mereka. Padahal Yesus hanyalah mengkritik serta merubah ajaran yang keliru,” ungkap Mumu.

“Meskipun telah dikhianati, tetapi Yesus tetap mengasihi sang murid, karena Kasih Yesus Kristus tanpa syarat, Kasih yang agung dan mulia..! Yesus rela melewati proses penghianatan, via dolorosa, sampai pada kematian karena disalibkan diatas bukit Golgota, adalah bukti final yang tak terbantahkan tentang Kasih-Nya yang besar bagi umat manusia,” sambung Mumu.

Pandemi Covid-19 tidak membatasi spirit iman jemaat KGPM Sidang Anugerah Malalayang untuk menyambut perayaan Jumat Agung dan Paskah di tahun 2021.

Ketua PMS KGPM Sidang Anugerah Malalayang, menambahkan, Kasih Yesus Kristus yang agung dan mulai menjadi sumber kekuatan bagi jemaat untuk mengaktulisasikan komitmen iman, menjawab panggilan iman melaksanan tri tugas gereja; Bersekutu, Bersaksi dan Melayani Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun. Ditengah realitas gumul saat ini, yang diwarnai dengan pandemi Covid-19 serta berbagai tantangan serta dinamika hidup, jemaat harus tetap meletakan pengharapan kepada Yesus Kristus, sumber kehidupan.

“Kasih Yesus Kristus menjadi motivasi sekaligus spirit bagi jemaat dalam menyambut perayaan Jumat Agung dan Paskah di tahun 2021, tahun anugerah Tuhan, dengan mengangkat tema ‘Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Pemulihan’. Tema ini menjadi spirit bagi jemaat untuk melewati semua dinamika kehidupan sebagai proses memurnikan iman kepada Yesus Kristus, sang Pemilik Kehidupan. Yesus Kristus akan memulihkan kehidupan umat manusia yang berserah dan pasrah pada otoritas Allah,” ujar Gbl. Fecky Mumu.

(Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here