Timothy Lazandri Batasina Ajak Generasi Muda War on Drugs

0
117

SULUTIMES, Manado – Masa remaja adalah masa dimana seseorang bertumbuh untuk menuju tahap kedewasaan, ditandai dengan perubahan fisik yang dialami baik laki-laki maupun perempuan. Selain fisik, masa remaja juga mengalami perubahan kognitif dan sosial-emosional.

Menurut Timothy Lazandri Batasina, masa remaja menjadi masa transisi dimana anak sering mengalami ketidakstabilan dalam emosi dan kejiwaan. Para ahli sering menyebutkan bahwa masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Perubahan kognitif erat hubungannya dengan psikologis individu dalam menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu peristiwa, sehingga individu tersebut bisa mendapatkan pengetahuan terhadap lingkungan sekitarnya.

“Sedangkan Sosial-emosional adalah kemampuan anak usia dini dalam mengelola serta mengekspresikan emosi secara lengkap, baik emosi positif maupun negatif. Kondisi ini sering membuat remaja terjebak dalam perilaku maupun tindakan yang bisa merusak masa depan jika tidak dibentengi dengan iman,” jelas Timothy Latandri Batasina, Sabtu (26/6/2021).

Lazandri Batasina, yang saat ini sementara menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran Unsrat, mengatakan dewasa ini banyak generasi muda khususnya kaum remaja yang terjebak dalam penyalagunaan Narkoba dan Zat Aditif lainnya (lem ehabon dan lain-lain. Ini menjadi tanda awas bagi kita semua terkait dengan masa depan generasi muda yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

“Peringatan HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) 2021, Indonesia mengambil tema keprihatinan. Prihatin atas masa depan generasi muda bangsa yang telah terjebak dalam penyalagunaan Narkoba dan Zat Aditiv lainnya. Prihatin karena sasaran peredaran gelap Narkoba adalah generasi muda, untuk itu marilah para generasi muda bangsa kita lawan peredaran gelap narkoba, kita perang melawan narkoba, War on Drugs..!,” ajak Lazandri Batasina.

Lazandri Batasina melanjutkan, masa depan generasi muda bangsa menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa, termasuk lembaga gereja sebagai tempat pembinaan spiritual jemaat. Gereja, khususnya komisi Pemuda dan Remaja, memiliki tanggung jawab ekstra dalam menyelematkan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba dan zat aditiv lainnya.

“Kita perkokoh benteng iman, membangun hubungan pribadi dengan Tuhan yang akan membentuk attachment to God. Sehingga pemuda/remaja menjadi pribadi yang kuat dalam menjalani serta menyikapi setiap dinamika kehidupan. Semua ini tidak lepas dari peran keluarga (orang tua) dalan membangun benteng iman keluarga sebagai pertahanan akhir untuk menangkal penyalaggunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujar Lazandri Batasina.

 

(Jo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini