Dialog Interaktif RRI Manado, Rimata Narande: Masalah Harus Dijadikan Tantangan Bukan Dipersoalkan

0
90

SULUTIMES, Manado – Radio Republik Indonesia (RRI), Jumat (6/8/2021), menggelar Dialog Interaktif Luar Studio Forum Kawanua yang mengangkat Topik; Biaya Masuk Pelabuhan’ bertempat di kantor Pelindo Manado.

Dialog interaktif luar studio yang dilaksanakan RRI menghadirkan narasumber; GM Pelindo Manado Ruddy Lontaan, Sekretaris Dewan Pengawas Badan Musyawarah Kekeluargaan Indonesia Sangihe Talaud (Bamukist) Rimata Matasurya Narande, Bendahara Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe, Sitaro, dan Talaud (PB IKISST) Hariaty Limpong, Ketua IKISST Kota Manado Drs. Pontowuisang Kakauhe, dan Pakar Hukum Euguine Paransi, SH., MH.

Dalam dialog yang dipandu oleh Steve Kolibu dari RRI Manado, GM Pelindo Manado mengatakan bahwa sebenarnya penerapan tarif baru bagi penumpang sudah dari tahun 2020, tapi karena ada reaksi dari mahasiswa yang meminta agar pelaksanaan penerapan taruf baru diundur maka dengan berbagai pertimbangan dan alasan baru diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2021.

“Untuk siswa dan mahasiswa sampai hari ini gratis masuk pelabuhan hanya dengan memperlihatkan kartu siswa atau mahasiswa. Bahkan ada kesepakatan dengan angkutan online, gratis masuk pelabuhan dengan catatan kendaraan mereka ditempel logo Pelindo. Hasil dari tarif masuk penumpang dan pengunjung digunakan untuk operasional dan membangun fasilitas pelabuhan demi kenyamanan penumpang kapal ke Sitaro, Sangihe, dan Talaud,” jelas Ruddy Lontaan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dewan Pengawas Bamukist Rimata Narande memberikan apresiasi kepada GM Pelindo Manado yang mengambil langlah-langkah kebijakan strategis. Dari awal telah melihat ada ekspresi yang kuat tercermin dari wajah GM Pelindo Manado. Cermin seorang pemimpin yang mengutamakan pelayanan masyarakat, berani mengambil terobosan dengan buah- buah pikiran yang konstruktif untuk meningkatkan pelayanan demi kemajuan pelabuhan Manado.

“Masalah harus dijadikan tantangan bukan dipersoalkan. Artinya, tantangan harus dicarikan solusi terbaik bukan hanya sekedar debat kusir. Saya coba bernostalgia dengan pelabuhan Manado, kita harus bersyukur dengan kemajuan dan peningkatan fasilitas yang ada, ini adalah berkat Tuhan bagi masyarakat Nusa Utara yang harus dinikmati,” kata Rimata Narande.

Sementara itu, Ketua IKISST Kota Manado memberikan dukungan penuh atas kebijakan pemerintah dan Pelindo Manado. IKISST hadir untuk membela hak adat masyarakat nusa utara, menyalurkan aspirasi mereka sesuai dengan aturan yang berlaku. Terkait dengan kebijakan pemberlakuan tarif baru pelabuhan Manado, kehadiran IKISST bersama Bamukist sudah sejak bulan Oktober tahun 2020, dan sudah ada pembicaraan sampai pada tingkatan DPRD Sulut bahkan kesepakatan bersama.

“Menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Senior saya, masalah tarif baru pelabuhan Manado bukan untuk dipersoalkan, akan tetapi marilah kita duduk bersama dan dicarikan solusi terbaik. Ada kebijakan strategis dibalik kenaikan tarif tersebut yang bermuara pada peningkatan pelayanan dan fasilitas di pelabuhan Manado, ini menjadi catatan penting bagi masyarakat nusa utara,” ujar Kakauhe.

Hal senada dikatakan oleh Euguene Paransi, SH., MH., bahwa pelabuhan adalah titik nadi ekonomi masyarakat. Banyak masyarakat yang terbantukan dari sisi ekonomi dengan kehadiran pelabuhan Manado, bisa berjualan dan terbukanya lapangan pekerjaan.

“Jujur dengan adanya pelabuhan Manado, banyak masyarakat yang dari nusa utara jadi pemimpin, termasuk saya. Kebijakan strategis yang diambil oleh GM Pelindo Manado tentunya memiliki alasan yang kuat demi perbaikan serta peningkatan fasilitas dan pelayanan kepada semua masyarakat yang menggunakan jasa pelabuhan Manado,” kata Paransi.

(JO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here