Sambut Peringatan Gugurnya Bote, Ketum DPP Bantik MSS Ajak Aktualisasikan Spirit 3H

0
156

SULUTIMES, Manado – Dalam rangka menyambut peringatan gugurnya pahlawan nasional asal Bantik Minanga-Malalayang, Robert Wolter Mongisidi, Ketua Umum Bantik Masuinsau Su Sasengkoang (MSS), Juvani Mongan, mengajak seluruh masyarakat untuk mengaktualisasikan spirit Hinggilirdang, Hintakinang, dan Hintarlunang (3H).

Hinggilirdang, Hintakinang dan Hintarlunang menjadi spirit juang Bote, panggilan kesayangan Robert Wolter Mongisidi, dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melawan penjajah,” jelas Mongan, Senin (30/8/2021).

Menurut Ketum Bantik MSS, Bote menolak remisi yang ditawarkan, dia rela menerima hukuman mati pada tanggal 5 September tahun 1949, subuh. Tanpa rasa takut, dihadapan regu tembak menolak untuk menutup matanya, Bote dengan penuh keberanian dan keyakinan teguh ingin melihat peluru penjajah yang akan menghujam tubuhnya.

“Dengan penuh keberanian dan keyakinan dilandasi kasih, kitapun harus bisa menjadi lokomotif untuk terus menggerakkan dan merefleksikan 3H disetiap aspek kehidupan dalam bermasyarakat serta peran serta membangun bangsa dan negara. Karena 3H adalah falsafah yang melekat dengan nafas hidup serta gerak juang anak suku Bantik, bukan hanya slogan..!,” tegas Mongan.

Juvani Mongan melanjutkan, nilai-nilai hinggilirdang (hidup saling mengasihi dengan sesama), hintakinang (hidup saling membantu sekalipun berada dalam kesulitan), dan hintarlunang (senasib dan sepenanggungan dengan pergumulan yang dialami sesama), harus terus diwariskan kepada setiap anak bangsa, terutama kaum millenial.

Melestarikan Budaya dan Adat juga adalah tanggung jawab kita bersama. Meskipun dibelenggu kondisi bangsa yang sedang dilanda pandemi covid-19 yang berujung pada kebijakan PPKM, itu tidak membatasi kita untuk berperan aktif melestarikan serta mengaktualisasikan spirit 3H dalam setiap aktifitas.

“Bantik di rantau telah mengawalinya dengan kegiatan ‘Kawanua Berdoa’, sekaligus sebagai ajang silahturahmi sesama anak suku Bantik agar terus terjalin kebersamaan dalam menghadapi pergumulan bangsa serta mengoptimalkan segenap potensi adat dan budaya sebagai salah satu pilar bangsa,” ujar Mongan.

 

(Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here