Hari Sumpah Pemuda di Mata Dedykarto Ansiga

0
37

SULUTIMES, Manado – Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, menjadi momentum strategis dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia ketika merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Hal ini dikatakan oleh Dedykarto Ansiga, S.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Bolaang Mangondou Utara, Kamis (28/10/2021). Menurutnya, spirit Sumpah Pemuda pada 93 tahun lalu (28 Oktober 1928 – 10 Oktober 2021), harus terwujud dalam gerak juang generasi muda saat ini.

“Bila kita menelisik historisnya, Kongres Pemuda Indonesia memiliki semangat dan tujuan yang hampir sama dengan yang dilakukan oleh Swiss, sehingga Soemarto yang waktu itu didaulat sebagai Wakil Ketua Panitia Kongres Pemuda I menyentil hal ini dalam pidatonya. Tujuannya adalah menggugah semangat kerja sama antar organisasi pemuda yang diharapkan nantinya melahirkan persatuan Indonesia. Soemarto yakin ini bisa terwujud oleh karena pengalaman historis bersama rakyat Indonesia selama masa penjajahan,” jelas Dedykarto Ansiga.

Dedykarto Ansiga yang juga tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemuda KPGM melanjutkan, Swiss adalah suatu kesatuan negara meskipun penduduknya terdiri dari tiga suku bangsa yang sangat berlainan. Di sebelah utara tinggal orang Jerman, di sebelah baratnya orang Perancis dan di sebelah selatan orang Italia.

Dalam perang dunia sewaktu Eropa sedang bergolak dan berbagai bangsa saling membunuh, di Swiss orang Jerman, Perancis dan Italia berdiri bersama menjaga batas negara mereka dalam badai dan halilintar, siang malam bahu membahu menjaga batas negara mereka.

“Menurutku, dalam suatu fusi menyeluruh semua yang berpartisipasi dalam menyatukan Indonesia waktu dulu sangat menyadari harus ada kesatuan untuk mencapai kemerdekaan. Oleh karena itu, kita yang hidup di jaman sekarang menikmati alam merdeka di bumi Indonesia juga harus menyadari betapa penting menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Ansiga.

Ditambahkannya, seharusnya bukanlah perbedaan-perbedaan yang akan tampil melainkan kesamaan sebagai anak bangsa Indonesia yang lahir dari satu rahim ibu pertiwi. Fusi tersebut tidak dapat dan tidak boleh menyibukkan diri dengan memajukan ungkapan-ungkapan kebudayaan berbagai suku, agama, ras dan antar golongan karena ini hanya akan melahirkan perbedaan-perbedaan yang muaranya perpecahan.

“Marilah generasi muda bangsa Indonesia, kita menjadi pelopor pemersatu bangsa. Spirit pelaku sejarah sumpah pemuda kiranya terus teraktualisasi dalam setiap karya hidup generasi muda Indonesia saat ini. Selamat Hari Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun, jayalah Indonesia,” ujar Ansiga.

 

(Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here