Satu Langkah Awal Menuju Ecosystem Connect Sulut, Sulteng dan Gorontalo

0
8

SULUTIMES, Manado – Kementerian Komunikasi dan Informatika menciptakan program Gerakan Nasional 1.000 Startup dalam upaya mengembangkan potensi daerah. Untuk wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, gerakan 1.000 startup dimulai dengan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) secara daring dan hybrid.

Kegiatan yang bertujuan agar dapat menyerap ide-ide serta gagasan dari orang-orang kompeten untuk bisa mengembangkan daerahnya masing-masing, bertempat di kantor Coworking Satu Tampa, Rabu (22/6/2022). FGD ini menghadirkan peserta yang berhubungan dengan quadruple helix, yang merupakan sistem integrasi kerja sama antara pemerintah, akademisi, pengusaha dan masyarakat luas dalam kreatifitas dan pengetahuan.

Potensi setiap daerah sangatlah besar, khususnya daerah Sulawesi Utara. Hasil bumi serta pariwisata memainkan peranan yang penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Saat ini, potensi itu harus diolah secara modern agar bisa bersaing, salah satunya lewat menciptakan ide-ide kreatif yang sesuai atau menjawab permasalahan yang ada.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Bapak, Henry Kaitjily menegaskan akan pentingnya peran startup saat ini. “Startup Sulawesi Utara harus menjadi ‘Player’ di daerah dan terlebih khusus di Indonesia Timur. Startup harus mampu memberikan dampak positif dalam bidang pariwisata” kata Kaitjily.

Kadis Pariwisata juga menegaskan, pemerintah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berupaya untuk menciptakan startup-startup baru di Sulawesi Utara guna meningkatkan potensi pariwisata.

Hal senada juga diungkapkan oleh John Rembet, Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Utara yang menekankan akan pentingnya startup-startup yang baik dan menjawab permasalahan yang terjadi dalam masyarakat.

“Pemerintah dalam hal ini Dinas Kominfo sangat menghargai akan usaha-usaha yang dilakukan berkaitan dengan pengembangan ide-ide startup ini. Pemerintah akan bekerja sama, kolaborasi dengan startup-startup ini demi kemajuan bersama,” ujar Rembet.

Sebelum diskusi berjalan terdapat pemaparan oleh Layne Sagay Regional Operasional Manager Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah tentang kegiatan 1000 Startup di Sulawesi Utara sejak tahun 2019 sampai tahun 2021 Ada banyak peserta yang ikut dari tahun ke tahun, bahkan ada dari peserta dari Kepulauan Talaud yang sinyal internetnya kurang bagus.

“Semangat dari peserta ini yang harus dicontohi. Semoga yang ada disini dengan sinyal bagus tidak kalah semangat dan antusiasnya dengan mereka yang ada di Kepulauan,” ungkap Sagay.

Turut memberikan penjelasan juga Lady Giroth, Program and Partnership Manager Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, tentang pemerataan pengetahuan penyelesaian masalah berbasis teknologi di ketiga wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah.

“Tahun yang lalu kita masih berfokus di Sulawesi Utara, harapannya tahun ini bisa mencakup Sulawesi Tengah dan Gorontalo, harapannya bisa menghubungkan startup-startup yang ada di Sulawesi Tengah dan Gorontalo,” harap Giroth.

Forum diskusi ini dipimpin langsung oleh Program Direktur 1000 Startup Digital Sebastian Alex. Beliau menegaskan bahwa saat ini Kominfo berfokus tidak hanya membuat regulasi saja, tetapi saat ini berfokus pada menjadi fasilitator. Diskusi berjalan dengan sangat lancar, komunikasi terjalin antara para akademisi, pemerintah dan para founder.

(*/JO)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini