Aksi Damai Masyarakat Adat Bantik Malalayang, Hentikan Reklamasi..!

0
135

SULUTIMES, Manado – Tongkoho Bada…! Tamboho…! pekikan para upasa memicu semangat juang masyarakat adat Bantik Minanga-Malalayang dalam aksi damai di lokasi reklamasi PT. TJ. Silfanus, pantai Malalayang, Jumat (19/8/2022), titik kumpul di lapangan Bantik.

Aksi damai untuk memperjuangkan hak-hak Adat masyarakat Bantik Malalayang, dipimpin oleh ketua Dewan Adat Bantik Minanga-Malalayang Berty Monangin, Ketua Umum DPP Bantik Perantauan Juvani Mongan, Komando Bantik Bersatu Clint Kopitoy, pengurus Lembaga Pemangku Adat Bantik Minanga-Malalayang, dan Koordinator Lapangan Mansar Mandiri.

“Kami meminta pihak PT. TJ Silvanus segera menghentikan pekerjaan reklamasi karena telah melecehkan hak masyarakat adat Bantik. Apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan bertentangan dengan undang-undang nomor 27 tahun 2007 dan UUD 1945 pasal 18 B (ayat 2) dimana dengan jelas dikatakan bahwa negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarkat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya,” tegas Mongan dalam orasinya.

Juvani Mongan melanjutkan, sepanjang pesisir pantai Malalayang, ada beberapa situs Bantik antara lain Batu Larna dan Kukudang yang harus dijaga dan dilestarikan. Dan juga pantai Malalayang menyimpan banyak kisah heroik para dotu-dotu atau tua-tua Bantik yang menjaga Manado dari serangan-serangan musuh.

“Disisi lain banyak masyarakat Bantik yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan, ketika ekosistem laut telah dirusak, terumbu karang dirusak, maka hilanglah mata pencaharian saudara-saudara kami. Kerugian materiil masyarakat adat Bantik tidak bisa dihitung,” kata Mongan.

Aksi damai masyarakat Adat Bantik Minanga-Malalayang di lokasi reklamasi pantai Malalayang, Jumat (19/8/2022)

Hal senada juga dikatakan oleh Berty Monangin, Mansar Mandiri dan Ferry None, bahwa pihak PT. TJ Silvanus segera menghentikan pekerjaan reklamasi karena telah melakukan tindakan yang menciderai masyarakat adat Bantik. Bahkan masyarkat sekitar lokasi reklamasi merasa terganggu dengan pekerjaan yang dilakuka  oleh perusahaan.

“Kami minta pihak perusahaan segera hentikan pekerjaan reklamasi. Spanduk yang kami pasang, jangan dicabut..! Kami masyarakat adat Bantik taat aturan, tapi ketika dilecehkan kami tidak terima. Ada beberapa langkah kongkrit yang akan kami tempuh jika pihak perusahaan masih tetap melanjutkan pekerjaan reklamasi. Tanpa pemberitahuan pihak perusahaan sudah melakukan pekerjaan reklamasi,” ujar Monangin.

Dalam aksi damai tersebut, turut dihadiri oleh Kabankesbangpol Kota Manado Conny Lantu. “Atas nama pemerintah Kota Manado, kami menjamin tidak ada pekerjaan sebelum ada pertemuaan antara pihak PT. TJ Silvanus dengan masyarakat adat Bantik,” kata Lantu.

Sampai berakhirnya aksi damai masyarakat adat Bantik Minanga-Malalayang, tidak ada satupun pihak perusahaan yang menjumpai para pendemo.

(JO)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini