Bawaslu Sulut Gelar Rakor Peningkatan SDM Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara

0
9

MANADO, SuluTimes.com — Dalam Rangka Optimalisasi Tugas  Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara, maka dilaksanakan Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara dan Stakeholder pada

Pengawasan Tahapan Pengadaan dan Distribusi Logistik Pemilu tahun 2024, pelaksanaan rapat tanggal 8-10 februari 2024 bertempat di Hotel Aryaduta jalan Piere Tendean Boulevard Manado.

Rapat Koordinasi dibuka langsung oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi, Pendidikan dan latihan Bawaslu Sulut Erwin Sampouw SP MAP. Kamis (8/2/2024).

Di hari ke-dua Jumat 9/2/2024 Rapat Koordinasi dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Jericho D Pombengi, S.Sos MSi.

“Jadi sebelum logistik di kirim ke TPS harusnya di periksa dulu atau di sortir dahulu jangan -jangan ada yang rusak atau sobek

kalau ada yang seperti itu logistik tersebut tidak layak harus di ganti, kemudian surat suara yang tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya, ini artinya setiap kabupaten kota memang berbeda surat suaranya sehingga kita harus mempunyai data agar dapat berkordinasi  bersama-sama dengan KPU, kemudian terkait pengawalan logistik jangan sampai ada yang menghalang-halangi dan muda-mudahan di Sulut tidak ada,”jelas Dr Jericho Pombengi S.Sos .M.Si

Sementara itu Johny A Suak, yang juga sebagai pembawa materi menyampaikan.

“Dari catatan kami logistik pemilu tidak pernah menjadi perhatian partai politik, pengawasan terhadap logistik adalah tanggung jawab kita bersama terutama Stakeholder pemilu karena retribusi dan pengadaan logistik tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU tetapi menjadi tanggung jawab kita karena ada standar yang digunakan Bawaslu adalah Urgensi pengawasan logistik tahun 2024 tentang  pengawasan logistik pemilu,” jelas Suak.

Ferry Daud Liando, juga sebagai pemberi materi menyambung penyampaian Johny Suak, terkait logistik.

“Berbicara logistik sebenarnya logistik adalah benda mati tetapi didalamnya ada roh yang artinya pemilu ini tidak ada artinya kalau tampa logistik, karena kalau kekurangan logistik kita tidak bisa memili karena logistik terjadi pemilihan susulan dan karna logistik kita tidak bisa memili,”ungkap Liando.

Dalam hal ini  Bawaslu akan terus melaksanakan pemantauan serta mengawal distribusi logistik tentunya dengan bantuan peran serta masyarakat dan  Stakeholder

(FDS)

-
-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini