Kasus Bentrok di Kota Bitung, 6 Terdakwa Dituntut Satu Tahun Penjara

0
89

Manado, SuluTimes.com — Kasus penganiayaan atas peristiwa bentrokan antara dua kelompok yang  terjadi  di Kota Bitung –  Sulawesi Utara yang menyebabkan korban luka luka serta ada pengrusakan mobil ambulance.  Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Natalia Katimpali SH terhadap 6 terdakwa dituntut pidana 1 tahun penjara. Sidang Rabu (24/04/2024) di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Dalam sidang Majelis hakim yang mengadili perkara, Ketua Majelis yang juga WKPN Manado,  I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara SH MH dengan anggota Ronald Massang SH MH dan Felix Wuisan SH MH.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Natalia Katimpali SH, para terdakwa di tuntut, satu tahun pidana penjara.

“Para terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan terang terangan dan dengan tenaga bersama sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, yang mengakibatkan luka luka. Melanggar pasal 170 ayat (2) ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair.” ucap Jaksa Natalia Katimpali dihadapan Majelis hakim.

Oleh JPU Kejari Bitung, masing masing
para terdakwa dalam satu berkas, dua terdakwa, yakni APMP alias Rando (20) warga Kayawu – Tomohon, terdakwa II JSPP alias Jorten  (18) warga Warembungan – Pineleng Minahasa.

Satu berkas lainnya dengan tiga terdakwa, yaitu, lelaki HGRP alias Hokita (29) warga Kakaskasen – Tomohon, OOK alias Oliver (22) warga Sumompo – Tuminting Manado dan ARK alias Angga (26) warga Warembungan – Pineleng Minahasa.

Serta berkas tersendiri, lelaki IWVG alias Imanuel (22) warga Watudambo – Kauditan Minahasa Utara.

Hal hal yang memberatkan, meresahkan masyarakat terhadap orang perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi korban merasa sakit dan mengalami luka luka pada bagian tubuh saksi korban.

Terhadap benda, Ambulance merk Grand Max warna putih nomor polisi DB 8x6x mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan lagi.

Hal yang meringankan para terdakwa, saksi korban telah memaafkan perbuatan terdakwa, dan  antara terdakwa dan saksi korban sudah terjadi  perdamaian di persidangan. Telah mengakui terus terang perbuatannya sehingga tidak menyulitkan persidangan, menyesali perbuatan, belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga.

Para terdakwa yang didampingi Tim Penasihat Hukum, yakni Simbri H Leke SH, Lefrando S Sumual SH, Noldy Ferdinan Taole SH  dan Welly Lumy  SH, akan mengajukan nota pembelaan.

“Kami akan mengajukan pleidoi atau nota pembelaan atas tuntutan jaksa penuntut umum, pada Senin 6 Mei 2024.” singkat Simbri Leke.

Diketahui, sebagaimana dalam dakwaan peristiwa pada Sabtu 25 November 2023 sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Intan kelurahan Bitung Timur , Kecamatan Maesa Kota Bitung. Kejadian berawal saat adanya aksi pawai parade dari Barisan Solidaritas Muslim (BSM) dan Aksi Organisasi Masyarakat Makatana Minahasa yang saat itu sedang melaksanakan Upacara Adat, para terdakwa ikut dalam acara tersebut dan terjadi bentrok antara BSM dan Ormas Makatana.

(**/Fransisca)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini