Ini Rangkaian Kunjungan Anggota Bawaslu RI Fritz Siregar di Minahasa Utara

0
13
Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar, mengunjungi Kabupaten Minahasa Utara.(ist)

SULUTIMES, Minut – Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Minahasa Utara  (Minut), Sabtu (22/8/2020).

Kunjungan kerja di Minut ini, diawali dengan memberikan arahan kepada Panwascam yang mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Hotel Sutan Raja, Kalawat. Pada kesempatan itu Siregar menyemangati jajaran Panwascam, agar tidak takut dan gentar dalam melaksanakan tugas.

Usai memberi arahan kepada jajaran Panwascam, Siregar menyambangi Kantor Bawaslu Minut dan menyempatkan diri meninjau setiap ruang kerja dari pimpinan Bawaslu Minut, Koordinator Sekretariat dan staf Bawaslu Minut. Moment itu dimanfaatkan oleh pimpinan dan staf bawaslu untuk foto bersama dengan Siregar.

Dalam kunjungannya di kantor Bawaslu Minut itu, Siregar ikut meresmikan Media Center Bawaslu Minut, disaksikan oleh puluhan wartawan yang melakukan peliputan di Bawaslu Minut.

Pada kesempatan itu, Siregar berharap Pers ikut bersinergi dengan Bawaslu dalam membangun demokrasi, melalui fungsi pengawasan pemilu, bersama jajaran Bawaslu.


“Sebagai salah satu pilar demokrasi, teman-teman wartawan, punya posisi sangat strategis dalam upaya kita bersama membangun demokrasi. Oleh karena itu, manfaatkanlah Media Center ini dengan baik, sebagai sarana informasi dan komunikasi kelembagaan Bawaslu dengan publik,” kata Siregar.

Rangkaian kunjungan kerja Fritz Siregar, di wilayah Minut diakhiri di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, dengan meresmikan desa tersebut sebagai Desa Sadar Demokrasi dan ini menjadi yang pertama di Provinsi Sulut.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Fritz Edward Siregar, didampingi Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Jefler Malonda, anggota Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu dan Awaludin Umbola, serta Ketua Bawaslu Minut, Simon Awuy dan anggota Rahman Ismail di Kantor Desa Kaima.

Peresmian Desa Sadar Demokrasi atau dalam bahasa daerah Tonsea disebut Tawaang Wanua Sadar Demokrasi, Siregar menancapkan Tawaang pada wadah yang sudah disiapkan, diikuti pimpinan Bawaslu Provinsi Sulut, pimpinan Bawaslu Kabupaten Minut, Koordinator Sekretariat Michael Polii dan para tua-tua adat Desa Kaima.

“Atas nama lembaga Bawaslu RI, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah desa yang punya komitmen untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki. Jauh dari politik uang, intimidasi, hoax, perpecahan. Harapannya komitmen ini bisa diikuti oleh seluruh masyarakat di desa Kaima dan Minut pada umumnya secara konsisten,” ungkap Fritz. Ia berharap apa yang dilakukan oleh desa Kaima ini menular ke desa-desa lainnya di kecamatan Kaudita, juga ke seluruh desa se-Kabupaten Minut bahkan seluruh desa di Provinsi Sulut maupun secara nasional. “Semoga dengan kesadaran ini akan lahir pemimpin daerah yang berkualitas dan punya komitmen mensejahterakan rakyat di daerahnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulut DR  Herwyn Jefler Malonda dalam sambutannya mengaku sangat terharu dengan komitmen para tua-tua adat Desa Kaima yang konsisten mempertahankan adat istiadat suku Minahasa, termasuk kesadaran untuk membangun demokrasi di wilayah Minut.

Apresiasi juga diberikan oleh KPU Minut kepada desa Kaima. Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy mengatakan, terpilihnya Desa Kaima karena kesiapan serta komitmen pemerintah dan masyarakat desa yang ingin melahirkan Pilkada berkualitas.

“Desa Kaima ini merupakan salah satu desa yang paling siap untuk menjadikan desanya sebagai kawasan sadar demokrasi, dan ini tidak sekedar sebuah slogan tetapi bentuk komitmen Pemerintah Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan Pilkada yang jujur adil dan bermartabat,” katanya.

Qys/ADV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here