Jokowi: Dilarang Terbitkan Aturan yang Menghambat Investasi

0
22
Jokowi: Dilarang Terbitkan Aturan yang Menghambat Investasi
Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta -Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) menjadi salah satu program utama pemerintah untuk menarik investasi ke dalam negeri. Berjalan sekitar setahun lamanya,

program ini dievaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu perintah Jokowi adalah setiap Kementerian Lembaga (KL) dilarang untuk mengeluarkan regulasi, baik berupa Peraturan Menteri (Permen) maupun Keputusan Menteri (Kepmen) atau sejenisnya yang justru memperumit izin investasi.

“Presiden meminta seluruh K/L untuk tidak menerbitkan Permen Kepmen, SE (Surat Edaran) atau apapun yang akan menambah jalur birokrasi perizinan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan hasil sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Bila sangat diperlukan, kata Pramono, penerbitan izin harus melewati persetujuan pada rapat koordinasi di tingkat Menko Perekonomian atau Menko Kemaritiman sehingga diharapkan tidak ada lagi aturan yang saling bertabrakan atau tumpang tindih.

“Minimal harus mendapat izin dari rakor pada tingkat Menko sehingga dengan demikian, spiritnya sama dengan ketika memangkas Perda yang 3000 lebih,” jelasnya.

Pramono juga mendapatkan tugas untuk menginventarisir kembali semua peraturan pada tingkat KL.

“Yang sudah dikeluarkan inilah yang kemudian dilakukan inventarisasi oleh Seskab. Kalau memang yang dianggap overlaping tumpang tindih dan menambah rantai perizinan, maka Presiden menginstruksikan untuk dicabut,” papar Pramono.

Di samping itu, Presiden Jokowi juga menginginkan agar dibentuk tim khusus untuk mengawal perjalanan PTSP dari tingkat pusat hingga daerah. Tim akan dipegang langsung oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong.

“Presiden juga memutuskan untuk menyetujui dibentuknya task force investasi yang diusulkan oleh Kepala BKPM yang mengawal PTSP pada tingkat pusat dan daerah,” pungkasnya. (sumber : http://www.detik.com/)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini