Atas Nama Tuhan?

0
28

by. Deni Leyden Waljufri

Pria kekar itu berlari dengan membawa pedang terhunus di tangannya. Wajahnya merah padam, nadinya membiru di sekujur tangan dan lehernya. “Atas Nama Tuhan!” teriaknya. Dan sekali tebas, leher musuhnya menganga. Korban menggelepar hampir tak bernyawa. Tak merasa bersalah sedikitpun, pria itu berlalu, berjalan gontai, puas dengan tugas sucinya.

Atas nama Tuhan???
Diberi tanda tanya untuk mempertanyakan siapa kita merasa mengatasnamakan Tuhan? Kenyataannya, banyak manusia zaman ini yang merasa mendapatkan tugas dari sorga. Ketika nama Tuhan mereka tercoreng sedikit, reaksi mereka langsung menyala melebihi reaksi Tuhan. Tak segan langsung bertindak, sayangnya kebanyakan dengan cara kekerasan. Membuat orang mempertanyakan: apakah Tuhan sejahat itu?
Manusia ciptaan bahkan sering bertindak sebagai pembela Tuhan. Kalau Tuhan dihina, kamu rasakan akibatnya! Kalau rumah Tuhan disenggol, rumah jiwamu seharusnya melayang juga, pantas dicabut!

Oh, oh, siapakah kamu merasa mewakili Tuhan?
Padahal dirimu menunjukkan sikap biadab, anti Tuhan. Atau jangan-jangan kau sama sekali tak mengenal Tuhanmu? Parahnya lagi, merasa mengenal tapi sesungguhnya tidak!

Kisah Saulus dalam pertobatannya menggambarkan kesalahpahaman ini. Ternyata ribuan tahun yang lalu, seorang rasul besar sebelum bertobat juga memahami keliru tentang Tuhan. Ia merasa mendapatan wewenang dari Tuhan, untuk mengejar orang Kristen dan membunuhnya. Ia merasa mengerti dan mengenal Tuhan, padahal sesungguhnya tidak. Makanya, ketika Tuhan menyapa Saulus, ia malah bertanya: “siapakah Engkau, Tuhan?”

Sungguh, banyak orang merasa mewakili Tuhan, tapi ia sebenarnya tak mengenal Tuhannya sendiri.

Mari merenung…
Kadang kita juga merasa mengatasnamakan Tuhan. Saya sering melihat orang bertengkar dan keduanya merasa Tuhan berada di sisi mereka.
Saya sering melihat terdakwa melakukan kejahatan tapi merasa Tuhan berpihak padanya.
Saya juga melihat begitu mudahnya orang menghakimi orang lain karena merasa suci.
Tapi saya juga sering menyaksikan kesewenangan orang mempermainkan kuasanya di dunia untuk mempermainkan nyawa orang, mempermainkan keadilan.

Paulus, demikian namanya harus diubah mungkin hendak menunjukkan bahwa hidup sebelumnya keliru! Beruntung ia ditangkap Tuhan. Ia bertobat. Setelahnya ia menjadi pemberita yang luar biasa. Sekarang ia mengenal Tuhannya yang sebenarnya. Tandanya, hidupnya berubah total.

Berhentilah mengatasnamakan Tuhan, karena kita tidak layak. Kalau kita dilayakkannya sekalipun, pasti kita tak akan merasa mengatasnamakan Tuhan.

Pdt.DLW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here