Sengketa Tanah Wakaf di Wangurer Timur, Majelis Hakim Gelar Pengembalian Batas

0
48

SULUTIMES, Bitung – Proses persidangan perkara perdata Nomor: 54/Pdt.G/2020/PN.Bit di Pengadilan Negeri Bitung, antara pihak Penggugat Badan Nashir Mesjid Jami An’nur Kelurahan Girian Bawah dan pihak Tergugat Dortea Manumpahi cs, Majelis Hakim gelar Pengembalian Batas, Jumat (9/10/2020).

Pengembalian Batas atas objek sengketa sebidang tanah yang terletak di Kelurahan Wangurer Timur Kecamatan Madidir Kota Bitung, dipimpin Majelis Hakim Herman Siregar, SH., dan Fauziah Paturugi,SH., dihadiri ATR/BPN Kota Bitung, Pengurus Badan Nashir Mesjid Jami An’nur Kelurahan Girian Bawah, Kuasa Hukum Pengguat dan Kuasa Hukum Tergugat.

Menurut kuasa hukum Penggugat Tomy S. E. A. Tatawi, SH., didampingi Ketua Badan Nashir Mesjid Jami An’nur Kelurahan Girian Bawah Rustam Husen Pulukadang dan Sekretaris Hayat Djurumudi, pengembalian batas atas permintaan pihak penggugat.

Inti gugatan bahwa sebidang tanah milik Badan Nashir Mesjid Jami An’nur Kelurahan Girian Bawah SHM nomor 309 Wakaf, yang terbit tanggal 13 Agustus tahun 1993 dengan luas 1.675 M2 atas dasar wakaf dari Aisha Umbingo (almh.), tanpa sepengetahuan penggugat, tanpa dasar hukum dan hak telah dikuasi oleh tergugat.

“Tanah milik Badan Nashir Mesjid Jami An’nur Kelurahan Girian Bawah SHM nomor 309 wakaf yang terbit tahun 1993, diakui milik tergugat bahkan pihak tergugat telah ‘membuat’ SHM nomor 417 dan 418 yang terbit tahun 2009. Anehnya, SHM milik penggugat sudah terbit sejak tahun 1993, kenapa tiba-tiba muncul SHM yang terbit tahun 2009 atas objek yang sama,” jelas Tatawi.

Menurut Kuasa Hukum Penggugat, pihak tergugat mengakui bahwa tanah yang menjadi objek sengketa adalah pemberian dari Kekek mereka yang bernama Nathaniel Manumpahi, sehingga oleh pihak tergugat dibuatlah sertifikat pada tahun 2009.

Tomy Tatawai melanjutkan, padahal tanah wakaf milik Badan Nashir Mesjid Jami An’nur Kelurahan Girian Bawah oleh BPN Kota Bitung telah diterbitkan SHM nomor 309 tanggal 13 Agustus tahun 2009 dengan luas 1.675 M2 atas nama Idris Patuman, Handri Suparlan, Abdullah Fallugah, Hasyim Punengoh dan Muhammad Jurumudi.

“Untuk itu pihak penggugat meminta majelis halim menggelar pengembalian batas terhadap tanah yang menjadi objek sengketa. Hasil pengembalian batas tersebut, nantinya oleh pihak ATR/BPN Kota Bitung akan dibuat berita acara dan diserahkan kepada majelis hakim. Sidang lanjutan akan digelar hari Rabu minggu depan,” ujar Tatawi. (Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here