Gizi Seimbang Melalui Pola Makan Yang Baik Untuk Kesehatan Anak Usia Dini

0
79

Oleh: DR. dr. Nelly Mantik Mayulu, MSi

SULUTIMES – Gizi Seimbang adalah keseimbangan antara zat-zat penting yang terkandung di dalam makanan maupun minuman yang di konsumsi oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari, mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal.

Faktor yang mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang diantaranya, faktor ekonomi dimana dalam memenuhi gizi harus sesuai dengan jangkauan keuangan keluarga, sosial budaya, kondisi kesehatan, umur, berat badan, aktivitas, kebiasaan makan, ketersediaan pangan setempat.

Dalam pemenuhan gizi ada triguna makanan gizi seimbang, makanan yang bergizi seimbang setidak-tidaknya mengandung 3 fungsi utama yaitu sebagai sumber tenaga (karbohidrat dan lemak), seperti nasi, ketela, singkong, dan beberapa jenis makanan lainnya, kedua sebagai sumber pengatur (vitamin dan mineral), pada sayur dan buah, ketiga sebagai zat pembangun (protein) pada ikan, daging, kacang-kacangan terdapat pada lauk pauk. Hal ini berfungsi untuk pertumbuhan dan pengganti sel yang rusak.

Gizi seimbang untuk anak berbeda-beda tergantung pada jenis kelamin, usia, berat badan, aktivitas fisik dan pertumbuhan anak serta kondisi kesehatan.

Untuk itu terdapat 4 Pilar Pedoman Umum Gizi Seimbang seperti: mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan, kedua, membiasakan perilaku hidup bersih, karena itu berkaitan dengan prinsip Gizi Seimbang, ketiga, melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh yang ke empat mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal.

Pemantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.

Pemenuhan gizi seimbangan sangat bermanfaat pada Masa Kehamilan, Pemenuhan gizi dalam masa kehamilan sangat mempengaruhi kualitas janin yang akan dilahirkan, gizi yang seimbang bisa menciptakan janin yang sehat, tidak cacat dan tidak mudah sakit.

Pemaparan DR. dr. Nelly Mantik Mayulu, MSi.(ist)

Usia Bayi dengan gizi yang seimbang, akan terbentuk anak yang sehat dan pertumbuhan fisik, psikomotorik, dan intelektual yang optimal. Cukup ASI exklusif hingga usia 6 bulan kemudian makanan pendamping ASI dari 6 bulan sampai dengan 2 tahun dan berikan secara bertahap dari makanan yang alami.

Pada usia 1-3 tahun anak mulai dikenalkan dengan makanan oleh keluarga. Kelainan dan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan otak pada usia sampai dengan 3 tahun tidak bisa diperbaiki pada usia selanjutnya, sehingga kebutuhan gizi yang optimal sangat diperlukan pada usia ini.

Memasuki usia Prasekolah dan Sekolah, kebutuhan gizi sangat diperlukan untuk konsentrasi belajar, beraktivitas, bersosialisasi, dan untuk kesempurnaan. Pada Usia Remaja dibutuhkan pemenuhan gizi yang optimal agar dapat mencapai kematangan fungsi seksual dan tercapainya bentuk dewasa. Di Usia Dewasa, Gizi optimal dan seimbang diperlukan agar tercapai kematangan fisik, psikomotorik, mental, spriritual, dan sosial.

Dalam pemenuhan gizi seimbangan ada pedoman, lebih jelasnya yaitu Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) agar supaya badan tetap sehat, makanlah aneka ragam makanan, makanlah makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak untuk memenuhi kecukupan energi (tenaga). Makanlah 3 – 4 piring nasi sehari, dengan lauk pauk, sayur dan buah atau bahan makanan penukarnya untuk memenuhi ½ dari kebutuhan energi, atasi konsumsi lemak dan minyak secara berlebihan, gunakan garam beryodium dalam semua menu makan sehari. Makanlah sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan karena mengandung zat besi agar badan tetap sehat dan bebas dari anemia (kurang darah). Minumlah tablet tambah darah/sirup Fe, agar penyerapan besi dalam tubuh dapat maksimal. Berikan ASI saja pada bayi sampai berumur 6 bulan agar bayi sehat dan kebal penyakit. Biasakan makan pagi agar badan tetap sehat dan bugar. Minumlah air matang sekurang-kurangnya 8 gelas sehari, lakukanlah olahraga secara teratur agar dapat mencegah kegemukan dan menguatkan jantung, hindari minum minuman keras ber-alkohol agar tidak terkena penyakit berbahaya.

Telitilah makanan yang dikemas (kaleng utuh & baik tanggal kadaluarsa) dan bacalah label makanan agar kesehatan dapat dijamin dan terhindar dari bahaya.

Dalam kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terlebih khusus pada gizi manusia yang di penuhi sejak dalam kandungan hingga usia dini sampai dewasa.

“Tulisan ini dibuat dan semoga bisa bermanfaat demi kesejahtraan masyarakat luas,” ungkap DR. dr. Nelly Mantik Mayulu, MSi.(*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here