Harley Mangindaan

SULUTIMES, Manado – Wabah Virus Corona (Covid-19) mempengaruhi banyak faktor dalam bangsa ini, seperti sosial, politik, ekonomi, bahkan budaya.

Sulawesi Utara (Sulut) khususnya Kota Manado juga tak luput dari amukan menakutkan dari Pandemi tersebut.

Namun ada hal menarik tentang perdebatan mengenai langkah yang diambil oleh pemerintah pusat, yakni Karantina Wilayah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Perdebatan itu mendapat perhatian publik, namun mengundang reaksi Ketua Himpunan Intelektual Muda (HIM) Sulut Harley Mangindaan untuk mengemukakan pandangannya sebagai mantan Akdemisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat sebelum beliau terjun di dunia politik dengan menjadi Wakil Walikota Manado periode 2010-2015.

Sewaktu ditanyai pendapatnya, Mangindaan mengungkapkan, Karantina Wilayah adalah pembatasan penduduk di suatu wilayah, kemudian diduga terinfeksi penyakit. Cluenya, guna mencegah penyebaran penyakit itu sendiri.

“Sedangkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk di suatu wilayah,” tutur Ai sapaan akrabnya, Senin (6/4/2020).

Lanjut suami tercinta Seyla Kudati ini, PSBB penegasannya bertemu pada para terduga diyakini secara medis terinfeksi penyakit, kemudian ada pola implementasinya hal tersebut jelas tertera pada UU Kesehatan.

“Jadi letak perbedaan 2 Win Solution dari Pemerintah itu, yaitu satunya Pembatasan Penduduknya, kedua di Pembatasan kegiatannya,” jelas Mangindaan.

Perlu kita ketahui Grafik secara Nasional menunjukan trend positif, dengan tingkat Kesembuhan terua mengalami peningkatan di angka 7,215%, kematian alami penurunan di angka 8,711%.

 

Jakas/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here