“Babaris” Warisan Leluhur Ujung Utara Indonesia

0
37
Mabbarissa/Ampa Wayer/Babaris yang diselenggarakan di Melonguane

SULUTIMES, Budaya – Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara adalah daerah yang terletak di ujung utara Indonesia. Daerah yang indah dan kaya akan tradisi dan kebudayaan sehingga dijuluki dengan “Tanah Porodisa”.

“Mabbarissa”, “Ampa Wayer”, atau “Babaris” merupakan merupakan salah satu tradisi turunan para leluhur Talaud yang dilaksanakan pada perayaan Hari Natal atau Tahun Baru. Mabbarissa adalah tradisi berbaris, menari, dan bernyanyi.

“Mabbarissa adalah warisan para leluhur Talaud untuk kita generasi sekarang. Mabbarissa diselenggarakan setahun sekali dan biasannya pada perayaan Natal atau Tahun Baru. Mabbarissa sebenarnya gabungan antara menyanyi, menari, dan menari,” ujar Tokoh Pemuda Talaud, Charles Mengga.|

Tarian Ampa Wayer di Bitung

Tarian “Ampa Wayer” dilaksanakan di Talaud di semua titik desa. “Ampa Wayer” tidak hanya dilaksanakan di Talaud saja tetapi pada semua daerah yang terdapat masyarakat Talaud juga melaksanakannya. “Ampa Wayer” adalah tanda syukur masyarakat boleh menikmati hari besar dan tahun yang baru.

“Tarian Ampa Wayer mulai diselenggarakan pada tanggal 25 Desember 2019 – 06 Januari 2020 khususnya di Kecamatan Melonguane, pusat Kabupaten Kepulauan Talaud, dan di hampir semua Desa di Talaud juga menyelenggarakannya. Ampa Wayer adalah sebagai wujud syukur atas segala berkat dan penyertaan Tuhan. Tarian “ampa wayer” pelaksanakannya harus penuh sukacita,” ujar Jouwy Lukas, Komisioner KPU Talaud.

Sementara itu, “Babaris” tradisi Talaud yang dilaksanakan oleh komunitas orang Talaud yang ada di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, diselenggarakan pada 2 Januari 2020, di Lorong Virgo Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir.

“Babaris” pada dasarnya bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan meningkatkan kerukunan serta kebersamaan antar masyarakat yang ada di Talaud dan yang tidak Talaud. Selain itu, Babaris juga menunjukan tentang kesatuan. Kesatuan tekad untuk siap hidup dan berkaya di tahun 2020.

“Babaris merupakan tanda syukur dan punya makna kerukunan dan kebersamaan serta kesatuan. Bersatu untuk kebulatan tekad siap berkarya di tahun yang baru,” tegas Aldo Ratungalo, Ketua DPRD Bitung.

Ronny/Qys

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here