Festival “Kolintang Goes to UNESCO” Hentak Minut

0
16
Festival
Festival "Kolintang Goes to UNESCO" Hentak Minut./sulutimes

SULUTIMES, Minut – Sebagai salah satu Alat Musik Tradisional yang lahir dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut), nama Kolintang memang sudah dikenal di kalangan Masyarakat, hingga ke seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Akan hal itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut, di bawah Pimpinan Bupati Joune J E Ganda SE (JG), bekerja sama dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA), hari ini Kamis, (10/Juni/2021), menggelar Festival Musik Kolintang, yang berpusat di Atrium Kantor Bupati Minut.

Kegiatan ini dibuka secara langsung Sekertaris Daerah (Sekda) Minut Ir Jemmy Kuhu MA, atas nama Bupati Minut Joune Ganda, yang juga turut dihadiri oleh Rektor Unima Prof Dr Deitje A Katuuk MPd, Kepala Dinas Pendidikan Sulut dr Liesje GL Punuh MKes, dan Kepala Dinas Pendidikan Minut Olvy Kalengkongan MPd.

Dalam sambutannya, Kuhu menyampaikan terima kasih, salut dan apresiasi setinggi-tingginya, kepada Panitia Pelaksana, Pemerhati dan Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia serta Unima yang bisa berkolaborasi menggelar iven ini.

“Suatu prestasi dan kebanggaan bagi kita, karena bisa menggelar festival ini dalam suasana yang beda, karena saat ini kita lagi diperhadapkan dengan Pandemi Covid 19. Inilah bentuk kesadaran dan tanggung jawab kita, dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya, sekaligus melestarikan Musik Kolintang sebagai warisan budaya dunia, dari Indonesia, dari Sulawesi Utara dan dari Minahasa,” kata Kuhu.

Lanjutnya, festival ini menjadi rangkaian semangat dan daya juang generasi penerus untuk melestarikan warisan budaya tanah Tonsea.

“Festival kolintang saat ini adalah usaha kita untuk menyatakan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lewat Unesco, bahwa musik kolintang adalah milik Kita. Saat inilah, Kolintang Goes tu Unesco harus didukung kompak oleh kita semua, sebagai bentuk rasa tanggung jawab kepada generasi kita yang akan datang,” jelasnya sembari mengharapkan biarlah sukses penyelenggaraan, akan diikuti dengan sukses prestasi, karena hasil tidak akan menghianati proses dan usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulut dr Liesje GL Punuh MKes mengatakan, guna melestarikan kesenian daerah ini, maka Pemprov Sulut akan berencana menyusun kurikulum muatan lokal dengan melibatkan Dinas Pendidikan di setiap Kabupaten/Kota di Sulut. Sebab, manfaat kolintang ini sangat banyak, apalagi disaat akan menerima tamu wisatawan di daerah ini.

“Kami akan bersama dinas terkait di kabupaten/kota berencana menyusun pendidikam muatan lokal ini agar bisa melatih anak didik bisa tumbuh kecintaan mereka terhadap kesenian daerah,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Minut Olvy Kalengkongan MPd menyatakan jika peserta yang ikut sebanyak 15 peserta yang terdiri 7 dari tingkat SD dan 8 dari tingkat SMP.

“Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di Minut dan kita berharap bisa dilakukan setiap tahun,” ujarnya sembari menambahkan jika kegiatan ini akan dilaksanakan hingga Jumat 11 Juni 2021 esok.

Frendy/Nando

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here