Juru Disinfectant Box ciptaan Unima.(foto:sulutimes)

SULUTIMES, Sulut – Juru Disinfectant box adalah sebuah alat yang dirancang untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Pembuatan alat ini diprakarsai oleh Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS (JPAR) melalui Dekan fakultas Teknik Prof Dr Herry Sumual MSi, dengan idenya yaitu menciptakan sebuah alat penyemprot cairan desinfectan otomatis.

Ide tersebut disampaikan kepada Kepala Laboratorium Terpadu Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Unima Dr Fransiskus R Seke SPd MPd di mana beliau merancang sistem dan mendesain bentuknya. Alat ini dibuat berdasarkan ilmu yang diterapkan di kampus dengan menggunakan sistem Mikrokontroller untuk mengendalikan penyemprotan desinfektan dan mengendalikan suhu ruangan agar dapat mematikan Virus Covid-19.

“Alat ini bekerja berdasarkan kendali sensor yaitu sensor jarak yang dirancang dengan sistem mikrokontroller, ketika orang memasuki ruangan maka sensor akan mendeteksi jarak dari orang tersebut  sehingga jika sensor mendeteksi jarak yang telah ditentukan di dalam sistem yang dapat diatur dan ditentukan sesuai kebutuhan, maka sensor akan menghidupkan relay yang digunakan untuk menghidupkan pompa, dengan waktu yang telah ditentukan, sehingga pompa akan bekerja dan menyemprotkan cairan disenfektan secara otomatis. Selain itu di dalam alat ini digunakan juga sensor gerak yang berfungsi untuk menghidupkan pemanas ruangan, pemanas di sini bertujuan untuk mematikan virus pada suhu yang telah ditentukan,” urai Seke menjelaskan cara kerja Juru Disinfektan Box tersebut.

“Alat ini dibuat selama satu minggu mulai dari tahapan perancangan alat, desain alat, studi literatur, penyedia alat dan bahan, pembuatan alat, perakitan sistem kendali dan sistem sensor, dan tahap ujicoba alat sampai pada tahap penyelesaian. Alat ini dibuat oleh Kepala Lab Pendidikan Teknik Elektro beserta 3 orang Mahsiswa  Semester 6 Jurusan Pendidikan Teknik Elektro ‘Mildes, Prayogi Dimas Pangestu dan Josua Victor Moonik’ beserta 1 orang alumni yang tergabung dalam kelompok ‘Elektro Care’,” tambah Seke.

Lanjut Seke menyampaikan, dengan adanya alat ini diharapkan kedepannya supaya alat ini boleh bermanfaat dan digunakan secara luas oleh pihak kampus maupun masyarakat pada umumnya serta boleh diadakan penelitian dan pengembangan secara lebih komprehensif untuk memaksimalkan lagi kinerja dan fungsi dari alat ini.

“Kami juga berharap dengan proyek pembuatan JURU Disifectant box ini, menjadi bahan pengembangan program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kemendikbud dalam Kampus Merdeka yaitu pada poin Studi/Proyek independen dengan kegiatan mahasiswa mengembangkan sebuah proyek berdasarkan topik sosial khusus dalam hal ini pencegahan penyebaran virus covid-19, dapat juga dijadikan nilai tambah bagi mahasiswa sebagai bentuk apresiasi pihak kampus atas keterlibatan mereka dalam proyek pengembangan alat ini,” ungkapnya.

“Tentunya hal ini sesuai dengan regulasi dan ketentuan dalam pencanangan program merdeka belajar tersebut dan sesuai dengan kebijakan Perguruan tinggi,” kunci Seke.

Sementara itu, Rektor Unima Prof Julyeta PA Runtuwene mengapresiasi hasil pembuatan Juru Disinfektan Box tersebut.

“Saya mengapresiasi dosen dan mahasiswa Gatel Unima yang boleh membuat alat ini. Kiranya alat ini pula dapat membantu pihak pemerintah dala mencegah penyebaran Covid-19 atau Virus Corona terlebih dilingkup Unima,” tutur Rektor JPAR.

 

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here