IAKN dan Kemenkumham Sulut Tandatangani Perjanjian Kerjasama Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual
IAKN dan Kemenkumham Sulut Tandatangani Perjanjian Kerjasama Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual.(jakas)

SULUTIMES, Manado – Ruang lingkup kerjasama hak intelektual mencakup penyebarluasan dan sosialisasi penyelenggaraan pendidikan, pengkajian dan pengabdian kepada masyarakat serta pemanfaatan informasi hak kekayaan intelektual.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkuham) Provinsi Sulut Lumaksono SH MH dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual antara Kanwil Kemenkumham Sulut dengan Universitas Negeri Manado (Unima) dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, bertempat di aula Kanwil Kemenkumham Sulut, Senin (29/6/2020).

“Yang namanya kerjasama itu harus punya manfaat untuk kedua belah pihak. Baik perguruan tinggi untuk memanfaatkan data dan link-nya, kami juga bisa menerima hasil-hasil risetnya dengan baik hingga registrasinya makin banyak dan jelas,” ujar Lumaksono.

Lanjutnya, jajaran Kemenkumham seluruh Indonesia sedang melakukan evaluasi serta menentukan kebijakan Kedepan termasuk hal yang berkaitan dengan perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di daerah.

“Penguatan daya saing bangsa berbasis industri yang kreatif dan inovatif telah menjadi tuntutan bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi era pasar bebas sebagi konsekuensi atas dipilihnya cara ini, maka jaminan perlindungan atas kekayaan intelektual menjadi penting untuk mendukung keberhasilan penguatan daya saing bangsa Indonesia,” tambahnya.

Diharapkan hasil kerjasama ini dapat meningkatkan pendaftaran HKI dari perguruan tinggi serta dapat mendorong para akademisi untuk mulai menciptakan karya mulai dari hal yang terdekat.

“Apabila dirasa sulit dalam melakukan penemuan paten misalnya, maka satu hal yang paling mudah yaitu ciptakan saja dari hal-hal yang ada di sekitar kita tentang paten-paten sederhana yang sering digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Selanjutnya bahwa hasil dari kekayaan intelektual yang telah didaftarkan perlu dikomersilkan agar bermanfaat bagi masyarakat dan menghasilkan nilai ekonominya,” terangnya.

Mengapa kita mendaftarkan paten kalau tidak ada komersialisasi tambah Lumaksono, maka itu fungsi sentra HKI di setiap perguruan tinggi berperan untum mengkomersilkan kemudian sesudah adanya komersial maka penegakan hukum dapat berjalan.

“Saya berharap kiranya sentra HKI di Unima dan IAKN Manado bisa selalu aktif menghasilkan karya-karya kekayaan intelektualnya baik itu paten berasal dari dosen maupun mahasiswa dan hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kuncinya.

Sementara itu, IAKN yang dihadiri langsung
Rektor IAKN Dr Jeane Marie Tulung mengatakan inti dari kerjasama ini bahwa untuk HKI masih menjadi masalah, kenapa, karena masih banyak dosen yang belum paham betul pentingnya HKI.

“Ada banyak riset atau hasil karya ilmiah atau karya cipta yang belum memiliki HKI,” ucap Tulung.

Karena itu, tambah Rektor Tulung, dengan penandatanganan MoU dengan Kanwil Kemenkumham bidang Perlindungan dan Hak Kekayaan Intelektual kiranya akan ditindaklanjuti dengan semakin bertambahnya hasil/karya yang diusulkan untuk mendapat pengakuan HKI.

“Selain itu MoU ini akan menambah nilai akreditasi,” kunci Tulung.

Adapun kerjasama ini pula dihadiri langsung oleh Rektor Unima Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS.

 

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here