Hadirkan Prof. Quraish Shihab, Webinar FUAD IAIN Manado Banjir Peserta

0
8

SULUTIMES, Manado – Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado, menyelenggarakan webinar bertajuk ‘Wawasan Al-Quran tentang Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural’, Selasa (3/11/2020).

Dr. Edi Gunawan M.HI., selaku Dekan FUAD IAIN Manado dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pendaftar dan peserta kegiatan ini mencapai lebih dari 1200 peserta. Agenda akademik yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Aplikasi Zoom Meeting, menghadirkan narasumber Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab, M.A., mengundang minta peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Peserta kegiatan hampir tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan tetap konsisten mengikuti webinar hingga selesai tidak lepas dari topik yang membicarakan  tentang ‘Moderasi Beragama’. Mengapa penting moderasi beragama di Indonesia? Hal ini merupakan pertanyaan yang sering diajukan: mengapa kita, bangsa Indonesia secara khusus, membutuhkan perspektif moderasi dalam beragama?

“Secara umum, jawabannya adalah karena keragaman dalam beragama itu merupakan suatu keniscayaan, dan tidak mungkin dapat dihilangkan. Karena ide dasar moderasi adalah untuk mencari persamaan dan bukan mempertajam perbedaan,” jelas Gunawan.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAIN Manado, Dr. Musdalifah Dachrud, M.Si. dalam sambutanya yang mewakili Rektor, memberikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Daya tarik narasumber yang dihadirkan memang menyita perhatian dan menjadi magnet tersendiri bagi peserta webinar,” ujar Musdalifah.

Pembawa acara dalam webinar ini adalah Andi Fikra Pratiwi Arifuddin, M.Sos.I. salah satu dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado.  Moderator Dr. Ahmad Rajafi, M.HI., Wakil Rektor I (Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) IAIN Manado sekaligus memberikan pengantar mengenai tema kegiatan kepada peserta webinar sebelum narasumber terhubung secara maya dalam zoom cloud meeting.

Narasumber Prof. Quraish Shihab, menjelaskan apa yang dimaksud dengan wasathiyyah atau moderasi. “Secara umum, wasathiyyah terambil dari kata wasath, yang secara bahasa artinya di tengah atau baik. Di mana kata itu dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 143.,” jelas pendiri Pusat Studi Al-Quran ini.

Prof. Quraish Shihab melanjutkan, tiga syarat mutlak yang harus dimiliki oleh siapapun yang hendak mewujudkan moderasi beragama dalam realitas kehidupan yaitu, Ilmu,  tanpa ilmu, kita tidak bisa memberi, mampu mengendalikan emosi dan sikap kehati-hatian. Moderasi bukan barang jadi, melainkan ditentukan oleh keadaan yang dialami dan implementasinya harus sesuai dengan kenyataan. Mengenai moderasi beragama dalam masyarakat multikultural, menurutnya telah dicontohkan Nabi Muhammad melalui Piagam Madinah.

“Washatihiyyah adalah keadaan seseorang yang mengantar melakukan aktivitas yang sebaik-baiknya untuk diri dirinya dan masyarakat, sedangkan bentuknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” ujar Shihab.

Kegiatan yang juga disiar-tayangkan melalui YouTube FUAD IAIN Manado dengan link https://youtu.be/JI5GyspWzIc telah ditonton lebih dari 1340 kali.

***/JO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here