Praseno : Etika dan Perilaku ASN Masih Perlu Direformasi

0
27
Rakor Reformasi Birokrasi linkup Pemprov Sulut yang berlangsung di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Kamis (18/10/2018).(ist)

SULUTIMES, Sulut – Pelaksanaan reformasi birokrasi di Provinsi Sulawesi utara yang selama ini berjalan, dipandang belum berhasil dan belum optimal mengemban fungsi-fungsi utamanya.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Praseno Hadi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Ruang C.J. Rantung, Kamis (18/10/2018).

“Masih terdapat etika dan perilaku ASN yang masih perlu reformasi, seperti : kurang responsif, kurang informatif, kurang koordinasi, birokratis, inefisien dan tidak disiplin,” beber dia.

Dirinya mencontohkan bentuk inefisien dapat dilihat dari penyusunan anggaran untuk penugasan tugas luar daerah.

“Kalau bisa dua orang saja yang berangkat kenapa mesti sampai enam orang ? Kalau dibuat efisien, dari situ saja kita sudah bisa menghemat anggaran,” imbuh Praseno.

Dalam rapat kali ini di agendakan pula evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merunut pada catatan sementara hasil evaluasi Reformasi Birokrasi tahun 2018.

Kegiatan yang telah dilakukan oleh masing-masing kelompok kerja area perubahan Reformasi Birokrasi diantaranya : mental aparatur dan manajemen perubahan, pengawasan, akuntabilitas, kelembagaan, tatalaksana, SDM ASN, peraturan perundang-undangan dan pelayananan publik.

Kesemuanya itu perlu didukung oleh dokumen laporan yang mampu memberikan output yang optimal dalam rangka menciptakan clean government and good governance.

Hadir dalam rapat itu, Kepala Biro Organisasi Kepegawaian Provinsi Sulut Glady Kawatu, para pejabat eselon di lingkup Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sulawesi Utara.

 

*/Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini