‘Cintaku Negeriku’ dan ‘Satu Tungku Tiga Batu’ Menjadi Spirit Pendaftaran Bawaslu Papua Barat

0
28

SULUTIMES, Papua Barat — Tim seleksi (Timsel) Bawaslu Provinsi Papua Barat secara resmi membuka pendaftaran bagi putra-putri terbaik tanah Papua untuk mengabdi kepada bangsa dan negara RI sebagai calon Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pendaftaran akan dibuka pada tanggal 22 Juni 2022 sampai 30 Juni 2022, setiap hari kerja.

Ketua Timsel Bawaslu Provinsi Papua Barat, Hasan Makasar, S.Pd., mengajak, semua warga negara yang ada di Papua Barat untuk mengikuti seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. “Timsel juga berharap agar semua pihak dapat mendukung proses seleksi sesuai syarat dan tahapan-tahapan yang telah ditentukan sehingga dapat menghasilkan Pimpinan Bawaslu Papua Barat yang berkualitas, memiliki integritas yang baik serta kepercayaan masyarakat yang tinggi,” tutur Hasan, Senin (20/6/2022)

Sekretaris Timsel Bawaslu Provinsi Papua Barat, Alwiyah Sakti RS Rakia, SH., MH., menambahkan, keterlibatan penduduk Provinsi Papua Barat dalam proses penjaringan calon pimpinan Bawaslu Provinsi Papua Barat tidak hanya menunjukan bahwa proses tahapan Pemilu di Papua Barat berjalan, tetapi juga tercermin kehendak untuk merawat demokrasi.

Hal terkait rekrutmen calon Bawaslu Provinsi Papua Barat diutarakan Timsel Ichal Supriadi, SH., MA. “Demokrasi yang inklusif dikuatkan dengan cara partisipasi aktif yang terbuka bagi seluruh komponen masyarakat,” tutur Ichal.

 

Sementara itu, Timsel Bawaslu Provinsi Papua Barat Dr. Hamzah, M.Ag., mengatakan, Pemilu adalah pesta demokrasi. “Mari saudara dan sebangsa dan setanah air menggunakan hak pilih secara bertanggungjawab demi kejayaan bangsa,” terang Hamzah.

Hal menarik juga dikatakan Timsel Dr. Victory Rotty, M.Th., M.Pd., yang mengutip semboyan Papua Barat. Yang pertama semboyan “Cintaku Negeriku”. Kedua semboyanSatu Tungku Tiga Batu, dan terakhir semboyan oleh Pdt I.S. Kijne, 1947. Barang Siapa yang bekerja di Tanah ini dengan setia, jujur dan dengar-dengaran, maka ia akan berjalan dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain”.

“Ini semboyan-semboyan Papua Barat. Kualitas dan integritas penyelenggaraan pemilihan ditentukan oleh legitimasi masyarakat (dari, oleh, dan untuk Papua Barat). Oleh karena itu, penyelenggara Pemilu harusnya dipercaya masyarakat Papua Barat,” tutup Rotty.

(*/JO)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini