KEUTAMAAN KRISTUS

0
57

RENUNGAN

Pdt. Pauline Chary Charlotte Nelwan-Mamuaya, S. Th

Kolose 1:15-23

Oleh : Pdt. Pauline Chary C. Nelwan-Mamuaya, S. Th

Pendeta Jemaat di GMIM ‘Solafide” Tinoor.

 

Banyak orang Kristen ketika ditanya siapa yang utama dalam hidupmu?Jawabannya adalah Tuhan Yesus! Tapi dalam realita kehidupan yang sebenarnya, yang utama di hidupnya adalah kekayaan, kekuasaan, keluarga, teman, hobi, pekerjaan, karir dll.

Gereja yang sejati seharusnya hidup sesuai dengan pengakuan imannya, keutamaan akan Yesus Kristus adalah inti iman Kristen.

Paulus menulis surat ini untuk jemaat Kolose, pada saat itu sedang beredar ajaran yang berbahaya yang sedang menggantikan keutamaan dan keunggulan Kristus, ajaran ini menyatakan bahwa Kristus memang lebih tinggi dari manusia, namun Ia bukan Allah. Ia juga bukan manusia dengan darah daging seperti kita. Tubuh kristus adalah maya (semu) karena -menurut mereka-dalam segala hal yang bersifat materi/jasmani adalah buruk/jahat. Ajaran palsu ini- yang disebut ajaran Gnostik- juga menyatakan bahwa tidak mungkin Allah menciptakan langit dan bumi, karena langit dan bumi bersifat materi dan karena itu jahat.

Oleh sebab itu Paulus menulis surat kepada jemaat di kolose dengan maksud, untuk memberantas ajaran palsu yang mengancam masa depan rohani jemaat Kolose. Paulus memberi ajaran yang benar tentang Yesus Kristus, Paulus sangat mengagungkan Kristus sebagai:
1. Gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dan paling utama (ay 15). Dia adalah gambar Allah seperti halnya anak adalah gambar bapanya, yang memiliki kesamaan alami dengan dia. Karena itu, barangsiapa telah melihat Dia telah melihat Bapa (Yoh. 14:9), dan kemuliaan-Nya adalah kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa (Yoh. 1:14).
2. Sang Pencipta segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan (ay. 16),
3. Yang telah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu. Dia sudah ada sebelum dunia diciptakan, sebelum permulaan waktu, dan Dia penyokong segala sesuatu sejak permulaan (1:17). Dialah Alfa dan Omega
4. Kepala gereja atau jemaat. Kepala yang memberi pengaruh sangat penting bagi kelangsungan hidup, seperti halnya kepala pada tubuh jasmani. Ini karena seluruh kasih karunia dan kekuatan berasal dari Dia, dan jemaat adalah tubuh-Nya (1:18)
5. Yang pertama dibangkitkan dari orang mati. Ada suatu janji kekekalan yang dituliskan disini.Karena Kristus lebih dahulu mengalaminya, kita boleh yakin dan percaya sebagai anak-anak Allah, kita juga akan mengalami kebangkitan (1:18),
6. Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Kristus. Allah berkenan bahwa segala kepenuhan berdiam di dalam Dia, supaya kita dapat datang dengan bebas kepada-Nya untuk memperoleh seluruh anugerah yang kita butuhkan (1:19)
7. yang memperdamaikan kita dengan Allah. Dia adalah Pengantara pendamaian, yang mendapatkan damai sejahtera dan pengampunan untuk orang-orang berdosa (1:20-22).
Paulus menyatakan Kristus sendiri sudah cukup karena dalam Dia kita dipenuhkan. Sedangkan ajaran-ajaran sesat tersebut tidak cukup, Karena hal itu adalah filsafat yang kosong dan palsu (2:8), serta tidak dapat memperbaiki sifat manusia berdosa(2:23).

Paulus menunjukkan betapa begitu besarnya dan utamanya Kristus di dalam setiap karyaNya, karena Ia memang Allah dan melalui salibNya itulah kita dapat beroleh keselamatan – melalui iman.

Karena itu patutlah orang percaya mengucap syukur, karena melalui Yesus Kristus kita dapat mengenal Allah, dan melalui kematian- Nya kita diperdamaikan dengan Allah, kita dikuduskan dan tak becacat cela dihadapan-Nya (22).

Perenungan untuk kita orang percaya, apa yang harus kita lakukan setelah kita diperdamaikan? Apakah kita tetap hidup seperti biasa, tanpa pertobatan, hidup dalam dosa seperti yang kita lakukan? Jika itu yang kita lakukan, bukankah kita adalah orang-orang yang sangat kurang ajar yang tidak tahu berterima kasih? Kita seharusnya bersyukur kepada Tuhan dan juga melakukan apa yang Tuhan inginkan, yaitu memuliakan Dia.

Paulus katakan bertekun dalam iman, tetap teguh di dalam Tuhan, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil (ay. 23). Intinya adalah kita bisa mempermuliakan Tuhan, yaitu dengan cara mengisi hidup kita dengan Firman Tuhan, sehingga apa yang kita lakukan dalam hidup kita pun sesuai dengan kehendak-Nya.

Perbuatan kita sehari-hari adalah gambaran dari apa yang ada dalam hati dan pikiran kita. Firman Tuhan yg terpatri di hati akan menghasilkan perbuatan baik, dan buah Roh.

Rasul Paulus memberi teladan bagi kita, dia pelayan Kristus yang mempercayakan seluruh kehidupannya kepada Kristus, ia mengasihi Kristus dengan memberikan seluruh dirinya. Meskipun harus menghadapi tantangan, ia tidak peduli dengan penderitaan yang dialaminya asalkan Injil terus di beritakan, supaya semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Jika Kristus adalah yang terutama dalam hidumu, rasanya kau tidak membutuhkan apa-apa lagi itu cukup! Percaya saja! Ikuti jalan-Nya! Beritakan Injil! Bertekun dan teguh dalam iman! Dan bersyukurlah! Amin

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here