SULUTIMES, Sulut – Dengan surat nomor: K.0585/PPD.VII/03-2020 tertanggal 20 Maret 2020, Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengeluarkan surat penggembalaan dan himbauan menghadapi pandemic COVID-19. 

Surat ini ditujukan kepada Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ), Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) dan Unit-unit Pelayanan di wilayah lingkup GMIM.

Berikut isi surat imbauan: 
Salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus.
Setelah kami mengirimkan Surat No.: K.0530/PPD.VII/03-2020 tanggal 13 Maret 2020 dan Surat No.: K.0547/PPD.VII/03-2020 tanggal 16 Maret 2020 dan menyikapi situasi terkini terhadap dampak pandemi COVID-19, maka kami tidak dapat menyembunyikan betapa kesesakan telah melanda hati dan sungguh sangat terasa, mengingat semua jemaat yang diperkenankan TUHAN ada dalam lingkup pelayanan GMIM baik di tanah Minahasa, di daerah JABODETABEK, Bandung dan sekitarnya, di Makassar, di Medan, Pos Pelayanan GMIM di Taggulandang, di Batam, jemaat-jemaat yang ada di luar negeri baik di Jepang, di Hongkong, di Australia dan Amerika Serikat. Semua jemaat mulai dari anak-anak bayi sampai orang-orang tua yang lanjut usia, dan hamba-hamba Tuhan (Syamas, Penatua, Guru Agama dan Pendeta) dan perangkat pelayanan lainnya yang tinggal di pesisir pantai, di pegunungan, di desa dan di kota, tengah diancam oleh kegelisahan pandemi COVID-19 ini.

Menghadapi keadaan ini, kita mengingat bagaimana TUHAN pernah mengatakan kepada raja Salomo pada peristiwa pentahbisan mezbah “Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri  mereka.” 2 Tawarikh 7:13-14.

Kita juga mengingat bagaimana TUHAN memberikan pedang sampar yang mengakibatkan 70 ribu orang mati kepada bangsa Israel akibat dosa oleh kekuasaan Daud dalam 1 Tawarikh 21:1-17. Sangat disadari, bahwa kita semua tidak luput dari dosa. Oleh karena itu kami mengajak seluruh jemaat berlutut dan berdoa mengaku dosa di hadapan Tuhan seperti Daud, “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. S e l a” Mazmur 32:5.

Kita sebagai orang percaya sama-sama berdoa untuk keluputan dari bencana ancaman pandemi COVID-19. “Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.” Mazmur 32:6.
Seperti yang kami sudah sampaikan di atas, bahwa kita sedang dilanda oleh kegelisahan karena pandemi corona ini. Tetapi sebagaimana Firman Tuhan, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan!” Mazmur 31:25. Memang “Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada Tuhan dikelilingi-Nya dengan kasih setia.” Mazmur 32:10 “Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” Mazmur 34:16. “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.” Mazmur 34:18 “Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita!” Mazmur 33:18-20. Bukankah Tuhan Yesus telah mengajarkan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11:28.

Sesungguhnya kita sedang diingatkan oleh TUHAN, bahwa kita adalah manusia ciptaan belaka. Kondisi ini sungguh di luar jangkauan berpikir manusia. Kita diajak untuk lebih mengasihi TUHAN dengan segenap akal budi. Sebab raja Salomo pernah mengingatkan, “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.” Amsal 22:3. Seperti itu juga rasul Yakobus mengingatkan, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Yakobus 4:17.

Kami mengimani, bahwa Tuhan betul-betul mengajak kita memaknai perjalanan via dolorosa Tuhan Yesus di minggu – minggu sengsara ini dengan beribadah pribadi dan juga bersama keluarga. Marilah kita mengingat semangat jemaat mula-mula untuk terus beribadah meski ibadah itu berbentuk ibadah rumah (keluarga). Dan seperti kata rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika, “Tetaplah berdoa.” 1 Tesalonika 5:17.

Oleh karena itu melalui surat penggembalaan ini kami menghimbau hal-hal sebagai berikut :
1. Menegaskan kembali bahwa pelaksanaan semua kegiatan Bidang, KOMPELKA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak) dan unit pelayanan lainnya di aras jemaat, wilayah dan sinode, ditunda.
2. Agar dalam koordinasi pemerintah dan pihak terkait untuk melanjutkan penyemprotan disinfektan di semua fasilitas umum gereja.
3. Untuk Ibadah-Ibadah :
– Ibadah Minggu tanggal 22 Maret dan 29 Maret 2020, Ibadah Kolom, Ibadah BIPRA dan Ibadah rutin lainnya dilaksanakan di rumah keluarga masing – masing dengan memanfaatkan fasilitas teknologi (Tata ibadah dan Khotbah jadi dari Ketua BPMS sesuai dengan bahan bacaan MTPJ  Minggu, tanggal 22 Maret dan 29 Maret 2020 melalui Media Online/Multimedia GMIM dan Youtube), kecuali jemaat-jemaat yang belum terjangkau dengan jaringan internet dapat mengembangkan secara kreatif dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
– Ibadah serah-terima Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah dan Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat, pisah-sambut pendeta dan HUT Jemaat/Wilayah, DITUNDA.
– Ibadah Pemakaman, Pemberkatan Nikah dan ibadah syukur lainya dilayani oleh Ketua BPMJ atau pendeta jemaat setempat (sesuai pengaturan di jemaat). Durasi waktu tidak lebih dari 1 (satu) jam.
– Ibadah kunjungan hari ulang tahun dan penggembalaan dilaksanakan sesuai pengaturan jemaat sambil memperhatikan standar kesehatan.
4. Persiapkan standar kesehatan. Minimal jemaat dan keluarga memakai masker atau penutup mulut, mengatur jarak tempat duduk minimal 1 (satu) meter dan menyediakan fasilitas cuci tangan (air mengalir dan sabun antiseptik) atau hand sanitizer di sekitar tempat Ibadah.
5. Mempertimbangkan bahwa anak – anak sangat rentan dengan berbagai virus dan penyakit, maka untuk ibadah Anak Sekolah Minggu dialihkan di rumah masing-masing dengan pendampingan orang tua. Mohon agar orang tua tidak membawa anak-anak di tempat-tempat keramaian.
6. Untuk pelayanan adimintrasi di Kantor Sinode GMIM berlaku pada Pukul 08.00–13.00 Wita, dan untuk hal-hal mendesak diantaranya administrasi surat-menyurat dapat dikomunikasikan melalui sarana telepon, whatsApp dan email tanpa melakukan kunjungan langsung di Kantor Sinode.
7. Mengikuti peraturan terkini dari semua rumah sakit yang meniadakan jam besuk bagi pengunjung, maka untuk kunjungan pelayanan tidak bisa lagi dilakukan sampai ada pemberitahuan selanjutnya dari pihak rumah sakit.

Himbauan ini hanya berlaku sampai tanggal 31 Maret 2020. Kita akan melihat perkembanganya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan pelayanan, agar meningkatkan koordinasi berjenjang dari BPMJ, BPMW dan BPMS.

Demikian surat penggembalaan dan himbauan ini, atas perhatian dan kerjasama yang baik disampaikan terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Sudah bertanda tangan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt Dr Hein Arina dan Sekretaris Pdt Evert AA Tangel STh MPdK.

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here