PERSIAPAN HATI MEMASUKI JUMAT AGUNG

MARKUS 15:20b-32

by. Pdt. Chrystshinov Mawitjere

Pdt. Chrystshinov Mawitjere. Pelayanan Umum Sinode GMIM,

BAGIAN III

Nas perenungan: Ayat 29-30

Yesus telah banyak menunjukkan kuasa-Nya. Lima ribu orang diberi makan dengan lima roti dan dua ikan saja, angina badai dan gelombang diteduhkan, mata yang buta dibuat melihat, tuli mendengar, pendarahan dibuat berhenti, air menjadi anggur, bahkan yang sudah mati dihidupkan kembali.

Sebenarnya saat-saat ketika Yesus tergantung dengan paku di kayu salib merupakan saat yang paling tepat untuk menunjukkan kuasa-Nya yang dahsyat itu. Seandainya para pemimpin agama dibuatnya menjadi bisu, Pilatus dibuatnya kena corona, para serdadu Romawi dibuatnya menjadi lumpuh, itu akan bagus. Saat tergantung dengan paku di kayu salib, sebenarnya saat untuk menebar semarak dan pesona, saat pertunjukan festival kuasa.

Tetapi itu tidak dibuat-Nya. Hari Jumat itu berjalan seperti biasa. Segala sesuatu berlangsung dengan normal. Memang ramai sih, tetapi ramai karena Paskah Yahudi yang segera tiba, bukan karena Yesus. Yesus tidak memamerkan kuasa-Nya.

Jumat itu jumat biasa. Sebelum jam dua belas, alam tak memberi tanda-tanda bahwa Jumat itu adalah berbeda dengan hari lainnya. Matahari mengikuti jaurnya seperti biasa. Awan-awan mengepul di udara di atas Yudea. Rerumputan hijau melambai dihembus angin.

Memang alam akan merintih sejak pukul dua belas siang. Langit akan memakai baju hitam. Setelah Yesus menghembuskan nafas terakhir tirai Bait Suci akan terbelah, tetapi sebelumnya orang-orang tidak akan mengetahui bahwa Jumat itu adalah Jumat yang Agung. Semuanya berjalan biasa. Orang-orang bekerja, ibu-ibu memasak untuk menyambut Sabat, aktivitas berjalan normal, yang berada di jalan-jalan banyak yang sempat melihat Yesus yang sedang dihukum salib.

Orang-orang, apalagi para pengikut Yesus menduga, sesuatu akan terjadi, tak mungkin Sang Mesias sedemikian lemah dan kalah. Mereka berharap-harap…tapi sampai Yesus tersula di salib, tak terjadi apa-apa. Yang mereka lihat mata-Nya begitu fokus ke surga…rupanya Ia telah bertekad bulat tentang satu hal. Tentang apa…mereka tidak tahu.

Coba katakana kepada mereka (murid-murid Yesus) bahwa sebelum Jumat mereka akan meninggalkan Guru mereka, maka mereka tidak akan percaya. Coba katakana kepada mereka bahwa Kamis malam aka nada penghianat di antara mereka, mereka akan mencibir. “bukan kami” mereka akan menyombong.

Jumat itu, bahkan sepanjang minggu itu, semua berjalan biasa. Yesus tidak memberi petunjuk lagi (sebelumnya Ia sudah tiga kali memberitahukan bahwa Dia akan menderita dan mati dibunuh). Air tidak menjadi anggur, keledai tidak berbicara, orang mati tetap dalam kuburan dan mereka yang buta tetap buta.

Jumat itu, bahkan sepanjang minggu itu semua berjalan biasa dan normal. Kalau juga malamnya Yesus menempelkan lagi telinga Malkus yang dipotong Petrus, orang-orang tidak begitu memperhatikannya karena keadaan sedang tegang saat penangkapan Yesus.

Jumat itu semua berjalan biasa dan normal. Yesus membiarkan saat yang luar biasa itu terselubung dalam rutinitas dan peristiwa yang biasa-biasa saja. Jumat seperti hari yang lain, yang penuh dengan tugas, makanan, urusan, termasuk pemandangan hukuman salib. Itu biasa.

Yesus sebenarnya dapat menggunakan kuasa-Nya yang menakjubkan untuk menarik perhatian. Tetapi mengapa tidak dilakukan-Nya? Mengapa ketika orang banyak berteriak “salibkan Dia!” Ia tidak membuat mereka tercengang dengan merobohkan bagungan istana Pilatus? Ketika Saksi-saksi palsu tampil mengapa tidak dibuat-Nya hidung mereka menjadi panjang? (seperti Pinokio kalau berbohong hidungnya menjadi panjang). Mengapa hal yang paling menakjubkan dari Yesus tidak ditunjukkan pada Jumat itu?

Tidak ada tameng para malaikat yang melindungi punggung-Nya dari cambuk. Tidak ada helm baja suci yang melindungi dahi-Nya dari mahkota duri.

Jemaat yang dikasihi Tuhan.

Kita hidup di dalam dunia dengan prinsip dan siklusnya yang sudah teratur. Bangun, kerja/belajar, makan-minum, istirahat, acara syukuran dan lain sebagainya. Yang kita alami sekarang, wabah virus, pun sudah pernah dan beberapa kali terjadi dalam sejarah. Bahkan ada yang mengatakan itu siklus dua puluh tahunan, ada yang bukang siklus seratus tahunan. Tetapi Allah juga bekerja di balik rutinitas, siklus biasa dan semua peristiwa biasa yang kita alami. Ia tidak berbicara kepada kita melalui malaikat, suara di tengah malam, air menjadi anggur, wabah yang berhenti seketika. Dia berbucara dan bekerja melalui peristiwa biasa dan siklus rutin. Melalui kerja keras kita, melalui jerih juang kita, melalui sakit kita, melalui tangan para medis, melalui guru, melalui acara syukuran, melalui kebijakan pemerintah dan semua hal biasa dan rutin.

Ia adalah pencipta alam dan sekarang berada di sini, di tengah-tengah dunia kita sehari-hari, dan bekerja di balik rutinitas biasa untuk mewujudkan rancangan-Nya atas kita.

Jika anda mendapat penglihatan supranatural atau mendengar suara janggal di tengah malam, jangan terlalu bersemangat. Mungkin itu Tuhan, tapi mungkin juga hanya perut yang lapar, dan anda perlu kepekaan untuk tidak salah tafsir. Intinya jangan berharap pada hal-hal supranatural seperti itu. Percayalah bahwa Tuhan bekerja dalam siklus biasa, rutinitas biasa dan hal-hal biasa sehari-hari untuk mendatangkan kebaikan pada kita. Iman yang luar biasa bukanlah iman yang percaya karena hal-hal yang luar biasa tetapi iman yang percaya meski hanya hal-hal yang biasa.

Allah berbicara dab bekerja dalam peristiwa-peristiwa biasa, hanya saja kita harus belajar mendengar dan melihat-Nya. Mendengar dan melihat Allah yang berkarya dalam hal-hal biasa itulah iman yang luar biasa. Dengarkan Dia di antara yang biasa, termasuk dalam khotbah yang biasa, yang intonasinya biasa-biasa dan yang mata pengkhotbahnya hanya tertuju di kertas konsep khotbahnya. Tidak mutlak bahwa Allah hanya berbicara melalui khotbah yang luar biasa, yang intonasinya berapi-api, yang mata pengkhotbahnya benyala-nyala. Dengarkan Dia dan Lihatlah Dia di antara yang biasa.

Anda perlu diyakinkan akan pemeliharaan-Nya? Biarlah matahari yang terbit setiap hari mengumandangkan kesetiaan-Nya. Anda mau mendapat contoh dari kuasa-Nya? Coba taruh tangan anda di dada kiri dan rasakan detak jantung di situ. Lalu buka buku tentang anatomi tubuh dan cari tahu energy apa yang membuat jantung anda berdetak. Tidak ada. Tuhan yang membuatnya berdetak. Itu hanya satu contoh kecil.

Anda mungkin bertanya, apakah Firman-Nya dapat dipercaya? Buatlah daftar dari nubuat-nubuat yang sudah menjadi nyata dalam Alkitab dan janji-janji Allah yang sudah terwujud dalam hidupmu.

Pada hari Jumat itu mereka yang menginginkan mujizat tidak mendapatnya. Mereka tidak dapat melihat saat kuburan orang mati menjadi takhta seorang Raja.

Jangan membuat kealahan yang sama. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here