Dibuktikan Hasil Survei LSI, Politik Uang Tak Lagi Berpengaruh di Pilgub Sulut

0
371
Politik Uang Tak Lagi Berpengaruh di Pilgub Sulut
Dr Ferry Liando

SULUTIMES, Sulut – Hasil paparan lembaga survei Konsultan Citra IndonesiaLingkaran Survei Indonesia (KCI-LSI) Network, yang menempatkan elektabilitas pasangan calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Calon Wakil Gubernur Steven Kandouw (Olly-Steven), unggul dua digit bahkan diatas 40 persen dari dua kompetitornya membuktikan bahwa ternyata kini politik uang tak lagi berpengaruh di Pilgub Sulut.

Demikian ditegaskan pengamat politik dan pemerintahan asal Unsrat Dr Ferry Liando saat diminta tanggapan, Senin (14/9/2020) siang.

“Selama ini ada oknum yang sering membagi-bagi uang ke mana ia pergi, tapi kenyataannya yang bersangkutan tak menempati posisi teratas. Rakyat tak lagi terpengaruh dengan uang suap atau hadiah untuk mempengaruhi dukungannya,” tuturnya.

Dikatakan doktor jurusan Politik Pemerintahan ini, salah satu keunggulan incumbent (petahana) adalah karena mereka terlebih dahulu bekerja termasuk membangun jejaring dengan tokoh agama. Bekerja di awal, kata dia, tentu memiliki pengaruh. Apalagi kedua calon lain praktis baru memastikan pasangan calonnya saat menjelang pendaftaran calon.

“Atas hasil LSI ini, semua pasangan calon tentu akan bekerja keras. Pasangan Olly-Steven pun harus bekerja keras agar komposisi ini tak berubah, sementara pasangan ibu Tetty dan ibu VAP harus berjuang, bekerja keras agar komposisi bisa berubah. Masih ada waktu 71 hari untuk berkampanye sehingga ada kesempatan menyakinkan publik. Namun jangan sampai hasil survei ini memicu pasangan calon tertentu untuk menghalalkan segala cara untuk maksud mengubah komposisi,” ulas Liando.

Ditanya apakah ada pengaruh banyaknya dukungan parpol sehingga membuat Olly-Steven unggul di survei LSI, Ketua Program Studi Politik di FISIP Unsrat ini, mengatakan soal itu tidaklah menjamin.

“Dukungan parpol tidak menjamin. Terkecuali bagi parpol yang tidak cukup ambang batas pencalonan. Untuk mencukupi itu maka suatu parpol perlu dukungan parpol lain. Namun jika suatu parpol telah memenuhi syarat ambang batas maka dukungan parpol lain tidak lagi memiliki pengaruh signifikan terutama dalam hal kekuatan elektoral,” terangnya.

Di luar dari pemenuhan ambang batas, biasanya, sebut Liando, parpol yang bergabung itu hanya sekedar setor logo untuk baliho, tapi pengaruh elektoral sangat kecil. Bahkan ada sebagian parpol terpaksa bergabung karena tak ada calon yang melirik.

“Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kekuatan elektoral calon. Pertama adalah ketokohan atau figur calon. Kedua, kombinasi pasangan calon, dan ketiga, konsolidasi tim sukses/tim pemenangan. Ini yang mungkin saat ini dipunyai kubu Olly-Steven,” kuncinya.

Sementara sejumlah warga Sulut yang dimintai tanggapannya mengatakan, pilihan mereka terhadap paslon sudah tidak tergoyahkan. Figur ODSK yang sudah teruji, membuat mereka tak lagi ragu untuk memilih kembali petahana demi kemajuan Sulut. Bahkan di kalangan masyarakat menilai, keteladanan paslon ODSK menjadi kredit poin tersendiri.

“ODSK pasangan kepala daerah yang patut jadi contoh dan teladan. Sampai akhir periode ini tdk ada sekat atau berujung pada pecah kongsi. Mereka tetapi tetap solid dan kompak bekerja untuk kesejahteraan masyarakat sulut,” ungkap Dedi Loho, warga Sindulang.

Dan hebatnya kata dia, di tangan ODSK memimpin daerah ini, Sulut semakin bertambah baik dan maju. “ODSK pasangan hebat,” tandasnya.

Senada disampaikan Max Waani. Warga berprofesi petani ini mengatakan hasil kerja ODSK sudah terlihat. Bagitu juga program-programnya sudah dirasakan sampai ke masyarakat, terlebih di pedesaan. “Kami lihat hasil kerja bukan yang bagi-bagi uang,” tuturnya.

Diketahui, hasil keseluruhan lembaga survei KCI-LSI telah melakukan riset tiga bulan jelang Pilkada Sulut; Kekuatan Para Kandidat di Enam Kantong Pemilih Penting, Sebelum Masa Kampanye.

Pada kesempatan itu, narasumber sekaligus Peneliti Senior LSI Network Ikrama Masloman menjelaskan Ke- 6 kantong pemilih penting yaitu pemilih emak-emak, pemilih protestan, pemilih muslim, pemilih milenial, dan pemilih terpelajar serta pemilih etnis/suku.

Hasilnya, Olly-Steven meraup 68 persen dua pasangan lainnya CEP-SSL 16,9 persen dan VAP-HR 7,9 persen.

 

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here