DR Herwyn Malonda Luncurkan Buku Green Constitution Masa Depan Pemilu Indonesia

0
6
Ketua Bawaslu RI membubuhkan tandatangan dalam buku karya DR Herwyn Malonda.(ist)

SULUTIMES, Minahasa – Ketua Bawaslu Provinsi Sulut DR Herwyn Jefler Malonda SPd MPd SH MH, kembali melengkapi tradisi akademik dengan meluncurkan karya tulisnya dalam buku berjudul Green Constitution Masa Depan Pemilu Indonesia.

Buku karya DR Herwyn Malonda ini di softlaunching pada Sabtu (11/10/2020) di Yama Resort Tondano, bertepatan dengan kunjungan kerja Ketua Bawaslu RI, Abhan SH MH, di Provinsi Sulut, yang sekaligus berkesempatan memberikan pengantar dalam buku tersebut.

Dalam softlaunching itu, Abhan ikut membubuhkan tandatangannya pada buku, sebagai penanda launching buku karya tokoh kepemiluan yang dua dekade terakhir ini bergelut sebagai penyelenggara Pemilu, baik di KPU maupun di Bawaslu.

Buku yang menginspirasi penyelenggara Pemilu, yakni KPU dan Bawaslu maupun peserta Pemilu ini, secara umum menekankan pada betapa berharganya lingkungan yang didiami manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga menjadi keharusan untuk menata serta memeliharanya.

“Kita memberikan pemahaman bahwa bumi ini bukan sekedar dinikmati oleh kita sendiri tapi milik anak cucu kita, yang bukan tidak mungkin perusakan lingkungan ini akan membawa dampak tidak baik ke depan,” ujar sang Doktor dalam pemaparannya.

Buku bercover putih dengan paduan grafik merah dan peta Indonesia berwarna hijau bertuliskan, Green Constitution Masa Depan Pemilu Indonesia ini, hendak menyampaikan pesan bahwa penting bahwa Indonesia berdaulat melalui demokrasi, dan demokrasi itu sejatinya memberi dampak kepada lingkungan yang lebih baik dan sehat.

Menurut Malonda, demokrasi sejatinya dapat mendukung lingkungan, melalui regulasi, dimana sistem demokrasi dalam implementasinya mencerminkan gagasan Green Constitution.

Konsep pelaksanaan Pemilu berbasis lingkungan secara lugas telah digambarkan dalam buku ini, dimana di Indonesia, konsep ini sudah mesti dilaksanakan dalam Pemilu, dimulai pada aspek tahaan pemungutan dan perhitungan suara.

“Ini bentuk interaksi kita kepada publik bahwa kedaulatan rakyat itu akan diutamakan dalam setiap Pemilu, tetapi tidak kalah pentingnya adalah keberdaan daya dukung lingkungan yang nantinya akan berpengaruh kepada kehidupan kita manusia,” jelas Malonda.

Sementara itu Abhan dalam sambutannya mengapresiasi hasil karya rekan kerja sesama Bawaslu. “Saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas dikeluarkannya buku ini,” kata Abhan. Menurutnya buku yang berkaitan antara Pemilu dan lingkungan sangat jarang ditulis padahal dalam kenyataan lingkungan menjadi korban kepentingan para aktor politik.

“Ini buku yang jarang ditulis, buku ini menarik, karena Pemilu dikaitkan dengan menjaga lingkungan hidup, dimana pada masa masa Pilkada maupun kampanye banyak kegiatan dari para calon sering merusak tanaman dan pohon yang dipaku,” ujarnya.

Abhan pun berharap buku karya Malonda ke depan dapat mempengaruhi kebijakan KPU dalam program kerjanya, terutama terkait Pemilu yang ramah lingkungan termasuk dalam pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK).

“Tentu kita semua berharap kedepan KPU bias menelorkan kebijakannya terkait mengatur penggunaan jenis dan bahan serta pemanfaatan bahan kampanye atau alat kampanye yang ramah lingkungan dan tidak merusak, kepada jajaran dan peserta Pemilu maupun Pilkada,” imbuhnya.

Buku Green Constitution Masa Depan Pemilu Indonesia ini usai ditanda tangani pengantarnya, salah satu buku tersebut langsung dihadiahkan oleh Malonda kepada Ketua Bawaslu RI.

“Buku ini masih sementara dalam perampungan, setelah itu akan kita perbanyak cetakannya dan diedarkan untuk umum,” kunci Malonda.

Qys

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here