KPU Sulut Jadwalkan 5 November Debat Pertama Cagub-Cawagub Sulut

0
174
KPU Sulut Jadwalkan 5 November Debat Pertama Cagub-Cawagub Sulut
KPU Sulut Jadwalkan 5 November Debat Pertama Cagub-Cawagub Sulut./sulutimes

SULUTIMES, Sulut – Mendekati waktu pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (KPU Sulut) tidak henti-hentinya melakukan koordinasi dan sosialisasi.

Terbukti, bertempat di Hotel NDC Manado, Minggu (1/11/2020), KPU Sulut Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Penyusun materi debat terbuka antar pasangan Calon, media penyelenggara dan stakeholder terkait (Metode Panel)

Pada kesempatan itu, Komisioner KPU Sulut Lanny Ointu mewakili Ketua KPU Dr Ardiles Mewoh membuka rakor dan langsung memberikan kesempatan kepada Komisioner Salman Saelangi untuk memimpin rapat koordinasi.

Saelangi yang memandu jalannya rapat koordinasi ini sekaligus secara detail mengantar peserta rapat supaya mengerti dan jelas rundown acara debat pertama.

“Secara teknis saya memandu rapat ini dan memandu simulasi debat publik/debat terbuka khususnya debat yang pertama. Siapa yang berbicara, siapa yang memandu, waktu bicara, substansi pembicaraan, dan lain sebagainya terkait debat pertama. Hal ini supaya kita semua para pemangku kepentingan tidak salah dalam pelaksanaan debat nanti walaupun masih ada pertemuan terakhir seperti gladi,” ujar Bung Salman.

Sementara itu, salah satu tim penyusun Prof Hamdi Muluk yang hadir melalui media virtual memberikan penekanan kepada substansi dan bingkai konsep yang dibutuhkan Sulawesi Utara.

“Kita memerlukan bingkai atau skema soal. Untuk saya adalah menciptakan manusia sehat yang dibutuhkan Sulawesi Utara. Kemudian akan membuat soal dan tinggal tergantung KPU Sulut mana yang akan dipakai yang cocok yang dibutuhkan Sulawesi Utara,” ujar Prof Hamdi, akademisi dari Universitas Indonesia.

Mengakhiri rapat koordinasi, Salman Saelangi memberikan gambaran terkait tim penyusun.

“Tim Penyusun Materi Debat Pertama yang direncanakan pada 5 November 2020 kami ambil dari beberapa unsur antara lain akademisi, profesional, pegiat pemilu, dan perwakilan penyandang disabilitas, serta yang memenuhi syarat bahkan yang tidak teraviliasi dengan peserta pemilihan,” tutup bung Salman.

Redaksi/Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here