Komunitas Pekerja Sosial Lahir dari Iba Kemanusiaan Bantu Warga Miskin

0
98
Komunitas Pekerja Sosial Lahir dari Iba Kemanusiaan Bantu Warga Miskin
Komunitas Pekerja Sosial Lahir dari Iba Kemanusiaan Bantu Warga Miskin./sulutimes

SULUTIMES, Sulut – Lahir dari rasa iba melihat ragam kondisi masyarakat di masa pandemi Covid-19 membuat komunitas ini bergerak sosial.

Menamakan diri Komunitas Pekerja Sosial (KPS), mereka tiada henti membantu masyarakat Sulut yang berkekurangan dengan menyalurkan bantuan berupa sembako.

“Awalnya dari kongkow-kongkow sesama teman kemudian lahirlah ide dan gagasan kami membantu warga yang berkekurangan. Apa lagi saat ini semua elemen masyarakat merasakan dampak pandemi Covid-19,” ujar Ketua KPS Albert John Runtulao melalui pesan wahtsapp.

Dijelaskan Runtulao, dalam menyalurkan bantuan sembako pihaknya benar-benar selektif siapa yang layak diberikan.

“Kami sangat selektif membantu warga yang benar-benar berkekurangan. Contohnya para janda, duda atau pun yang jelas-jelas keluarga tersebut miskin,” jelasnya.

Untuk sumber dana dikatakan Anna Polla, selain merogoh kocek sendiri ada pula bantuan dari para donatur-donatur.

“Selain kami menyisikan uang sendiri untuk membeli bahan-bahan sembako, ada pula para donatur yang menyumbang. Namun rata-rata para donatur dari berbagai profesi tidak ingin menyebutkan namanya. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepercayaan bantuan mereka kepada kami (KPS,red),” ungkap Polla didampingi sejumlah tim KPS, diantarnya Sheila Sumarauw, Tammy Oktavia dan beberapa rekan komunitas serta masyarakat yang memiliki visi dan misi yang sama dengan KPS, kepada sulutimes.com saat bincang-bincang, Jumat (17/9/2021) di Manado.

“Warga berkekurangan di sejumlah daerah kabupaten/kota di Sulut sudah kami bantu. Adapun jenis sembako yaitu beras dan keperluan pangan lainnya,” aku Polla diiyakan Sumarauw sembari mengungkapkan kegiatan ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here