Sambut HUT ke-88, KGPM Peduli Lingkungan Gelar Bersih-bersih Kota

0
119

SULUTIMES, Manado – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-88 (29 Oktober 1933 – 29 Oktober 2021) Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), pucuk pinpinan lewat tim kerja HUT menggelar berbagai kegiatan.

Dilandasi spirit tema KGPM ‘Yesus Kristus dalam Kebangsaan, Kebangsaan dalam Yesus Kristus’, pucuk pimpinan, majelis gembala, aparat, biro-biro dan tim kerja dari Komisi Remaja, menggelar ‘Bersih-bersih Kota’ bertempat di Manado. Kegiatan yang di gelar pada hari ini, Sabtu (26/10/2021) subuh, dengan titik kumpul di patung pahlawan nasional Robert Wolter Mongisidi.

Ketua Umum PP KGPM Gbl. Francky Londa, S.Th., M.A., didampingi Ketua MG Gbl. Ferra Mamessah-Lintong, M.Th., serta Ketua Tim Kerja HUT ke-88 Pnt. Mark Charles Lepar, mengatakan, kegiatan Bersih-bersih Kota sebagai wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen iman KGPM terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia.

Dibawah terang tema HUT ke-88, ‘Berjuang dalam Kasih yang saling Menghidupkan’, KGPM sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa, terpanggil untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada bagi hormat serta kemulian nama Tuhan, lewat kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kita bersyukur karena senantiasa bisa menikmati kebersamaan dalam rangka mewujudkan tanggung jawab iman.Karena itu disampaikan apresiasi kepada tim kerja HUT ke-88 KGPM yang disponsori oleh komisi remaja pucuk pimpinan,” kata Londa.

Kegiatan ‘Bersih-bersih Kota’ dalam rangka HUT ke-88 KGPM, Sabtu (16/10/2021), bertempat di patung Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP KGPM, Gbl. James Rumagit, M.Th., mengatakan bahwa KGPM yang dikenal sebagai gereja merah putih, gereja nasional terpanggil untuk mengaktulisasikan komitmen iman membangun bangsa dan negara, khususnya di Sulawesi Utara.

“Gereja harus mampu menjawab semua persoalan bangsa, jangan tutup mata pada anjuran-anjuran pemerintah sebagai langkah kebijakan strategis dalam mengatasi persoalan yang ada, termasuk kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Rumagit.

Sekum PP KGPM menambahakan, secara prinsipil gereja adalah Terang dan Garam Dunia, bagaimana mengimplementasikannya dalam suatu kondisi tertentu, itu tentunya membutuhkan hikmat.

“Hikmat Allah senantiasa menjadi pijakan bagi kita semua dalam berkarya bagi Tuhan, bangsa dan negara, serta masyarakat,” ujar Rumagit.

 

(Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here