PKA 2022, Hendra Tambajong: Aplikasi ‘PEKERJA’ Perjuangkan Hak Pekerja

0
53
PKA 2022, Hendra Tambajong: Aplikasi 'PEKERJA' Perjuangkan Hak Pekerja
Hendra Tambajong menjelaskan kegunaan aplikasi 'PEKERJA' kepada Wagub Sulut Steven Kandouw dan pejabat Pemprov Sulut./istimewa

SULUTIMES, Sulut – Sebanyak 30 peserta birokrat lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut), Senin (25/7/2022) mengikuti Expo Aksi Perubahan Kinerja (APK) Organisasi Pemprov Sulut di ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut.

Diketahui, Expo APK ini merupakan salah satu bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) 2022 diikuti 30 peserta birokrat tersebut yang dibuka langsung Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw.

Salah satu peserta, Kepala UPTD Balai Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Pemprov Sulut Hendra Tambajong SH meluncurkan aplikasi Perlindungan Tenaga Kerja (PEKERJA).

Keberadaan sistem aplikasi ini akan sangat membantu bagi para pekerja di Sulut untuk memperjuangkan hak-hak tenaga kerja. “Nanti jika ada tenaga kerja yang mengalami masalah soal BPJS tenaga kerja atau Jamsostek yang tidak dibayar atau gaji pekerja di bawah UMP, bisa dilaporkan langsung melalui aplikasi ini,” jelas Tambajong pada wartawan.

“Biasanya secara manual, kini bisa langsung membuka https://pekerja.provsulut.id/ selanjutnya melaporkan dengan menulis langsung diaplikasi ini segala keluhan tenaga kerja,” tambah birokrat muda potensial itu.

Sementara itu, dalam sambutannya Wagub Steven Kandouw mengatakan, menjalankan roda pemerintahan teknik juga dibutuhkan penting bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ya, selain kepangkatan, teknik juga penting. Alias pemberdayaan manusia kita,” ujar Steven Kandouw.

Orang nomor dua di Sulut itu mendorong pejabat dan staf Pemprov Sulut meng-upgrade Sumber Daya Manusia (SDM).

“Ini menjadi salah satu variabel penilaian. Siapa yang punya terobosan harus diapresiasi. Dengan catatan, apa yang digagas dan dikonsepkan melalui PKA harus diimplementasikan saat kembali ke tupoksi dalam jabatan sehari-hari,” ungkapnya.

Wagub menekankan, Expo Aksi Perubahan Kinerja Organisasi bukan hanya acara seremonial saja. Harus ada keberlangsungannya. “Harus ditegaskan bahwa ini terimplementasi. Mudah-mudahan judul kalian sesuai tupoksi,” tuturnya.

Dalam arahannya juga Wagub Steven Kandouw mengingatkan para peserta PKA untuk mampu mengupayakan konsep digitalisasi.

“Semua hal harus dibikin digitalisasi. Semua aspek, termasuk administrasi organisasi di tupoksi kita. Tanpa ini saya rasa kita akan tertinggal,” kata Wagub.
“Banyak selamat. Jangan cepat puas. Kedepan harus memikirkan peningkatan kapasitas diri,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulut Drs Roy Tumiwa menjelaskan bahwa ini merupakan sistem berbasis digital. “Saat ini para birokrat masa depan harus melakukan lompatan besar dalam pelayanan terhadap masyarakat,” tutur Tumiwa.

Hadir dalam acara tersebut, Pj Sekprov Sulut Praseno Hadi, Asisten III Pemprov Sulut Asiano Gamy Kawatu, Kepala BKD Sulut Clay Dondokambey serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sulut.

Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini