PKA 2022, Permudah Pengelolaan APBD Eric Tambun Hadirkan SIMPATIK

0
7
Permudah Pengelolaan APBD Eric Tambun Hadirkan SIMPATIK
Peserta PKA 2022 Eric Tambun paparkan SIMPATIK kepada Wagub Sulut Steven Kandouw dan Pj Sekprov Sulut Praseno Hadi didampingi Kepala BPSDM Sulut Roy Tumiwa./istimewa

SULUTIMES, Sulut – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulut memprakarsai Expo Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan I tahun 2022.

Kegiatan ini pun resmi bergulir usai Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw membukanya bertempat di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (25/7/2022).

Dari 30 peserta birokrat lingkup Pemprov Sulut yang ikut, satu diantaranya aplikasi Sistem Informasi Monitoring Pengelolaan APBD Terintegrasi Kabupaten/Kota (SIMPATIK) milik Eric Tambun.

Dimana, lewat aplikasi yang dapat didownload di playstore ini ada beberapa hal yang melatar-belakangi Kepala Bidang Anggaran di BKAD Provinsi Sulut ini meluncurkan aplikasi SIMPATIK.

Hal ini guna menguji kesesuaian Rancangan Perda dan Rancangan Perkada dengan ketentuan, perundang-undangan yang lebih tinggi, kepentingan umum, RKPD, KUA dan PPAS, RPJMD.

Melihat Kondisi saat ini belum sepenuhnya kabupaten/kota menyampaikan dokumen evaluasi tepat waktu.

Masih ada Kabupaten/kota yang menyampaikan dokumen kelengkapan evaluasi belum tidak lengkap sebagaimana yang disyaratkan, serta disampaikan secara bertahap.

Dokumen pendukung lainnya yaitu pemenuhan Mandatory Spending yang disampaikan dalam bentuk format belum secara akurat.

Keterlambatan penyampaian /distribusi dokumen evaluasi kepada seluruh tim evaluasi provinsi. Ditambah, eterlambatan penyampaian Laporan Realisasi Anggaran (LRA) oleh kabupaten/kota.

“Dengan adanya aplikasi SIMPATIK Sulut, diharapkan penyampaian dokumen evaluasi APBD kabupaten/kota tepat waktu. Dokumen evaluasi RAPBD kabupaten/kota lengkap, keakuratan Perhitungan Mandatory Spending Penyampaian LRA tepat waktu. Arsip digital atas dokumen RAPBD, Mandatory Spending dan LRA kabupaten/kota,” ungkap Erick Tambun.

Menurut Erick, SIMPATIK akan meningkatkan kompetensi, tanggung jawab kerja dan mempermudah proses pelaksanaan evaluasi dan monitoring APBD pemerintah kabupaten/kota.

“Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Utara mendukung terlaksananya evaluasi Ranperda dan Ranperkada. Serta monitoring pelaksanaan APBD pemerintah kabupaten/kota dan digitalisasi dokumen-dokumen keuangan yang disampaikan sebagai pelaksanaan tanggung jawab pengelolaan keuangan pemerintah provinsi yakni BKAD,” kata Erick.

Bagi tim evaluasi APBD Pemerintah Kab/Kota, aplikasi SIMPATIK Sulut mempermudah akses terhadap dokumen-dokumen APBD sehingga mempercepat tersusunnya catatan evaluasi APBD.

Erick Tambun juga membeberkan, aplikasi SIMPATIK mempermudah Aparat Pengawasan Internal (APIP) mengakses dokumen-dokumen yang diperlukan untuk keperluas pemeriksaan. Sementara bagi Kementerian/Lembaga, mempercepat terpenuhinya permintaan Laporan Realisasi Anggaran dan Mandatory.

“Spending pemerintah kabupaten/kota serta meningkatkan keakuratan justifikasi sub-sub kegiatan dan belanja dalam laporan yang dimasukkan karena telah melalui tahap verifikasi oleh tim evaluasi,” tuturnya.

Selain kemudahan-kemudahan di atas, aplikasi SIMPATIK mempermudah pemerintah Kabupaten/Kota menyampaikan dokumen dokumen keuangan secara digital kepada Gubernur melalui BKAD.

“Percepatan Informasi terkait kelengkapan dokumen yang belum lengkap/masih salah sehingga dapat segera dilengkapi/diperbaiki,” beber Erick.

Di sisi lain, aplikasi SIMPATIK membantu percepatan pelaksanaan tahapan evaluasi APBD di tingkat Provinsi.

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung percepatan pemenuhan kelengkapan-dokumen evaluasi. Mempermudah tim evaluasi dalam melakukan evaluasi RAPBD Kab/Kota.

“Tersusunnya Keputusan Gubernur atas Hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Kepada Daerah tentang APBD Kab/Kota yang berkualitas dan tepat waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dapat menyajikan data keuangan kab/kota dan LRA secara cepat dan akurat kepada pimpinan dan pihak lain yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat mrmbuka kegiayan tersrbut mengatakan, menjalankan roda pemerintahan teknik juga dibutuhkan penting bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ya, selain kepangkatan, teknik juga penting. Alias pemberdayaan manusia kita,” ujar Steven Kandouw.

Orang nomor dua di Sulut itu mendorong pejabat dan staf Pemprov Sulut meng-upgrade Sumber Daya Manusia (SDM).

“Ini menjadi salah satu variabel penilaian. Siapa yang punya terobosan harus diapresiasi. Dengan catatan, apa yang digagas dan dikonsepkan melalui PKA harus diimplementasikan saat kembali ke tupoksi dalam jabatan sehari-hari,” ungkapnya.

Wagub menekankan, Expo Aksi Perubahan Kinerja Organisasi bukan hanya acara seremonial saja. Harus ada keberlangsungannya.

“Harus ditegaskan bahwa ini terimplementasi. Mudah-mudahan judul kalian sesuai tupoksi,” tuturnya.

Dalam arahannya juga Wagub Steven Kandouw mengingatkan para peserta PKA untuk mampu mengupayakan konsep digitaliasi.

“Semua hal harus dibikin digitaliasi. Semua aspek, termasuk administrasi organisasi di tupoksi kita. Tanpa ini saya rasa kita akan tertinggal,” kata Wagub.

“Banyak selamat. Jangan cepat puas. Kedepan harus memikirkan peningkatan kapasitas diri,” tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Pj Sekprov Sulut Praseno Hadi, Asisten 3 Pemprov Sulut Asiano Gamy Kawatu, Kepala BPSDM Roy Tumiwa, Kepala BKD Sulut Clay Dondokambey serta para pejabat lingkungan Pemprov Sulut.

Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini