Wagub Steven Kandouw: Harga Beras Naik Fenomena Nasional Jangan Ada Kongkalingkong di Daerah

0
19
Wagub Steven Kandouw: Harga Beras Naik Fenomena Nasional Jangan Ada Kongkalingkong di Daerah
Wagub Steven Kandouw: Harga Beras Naik Fenomena Nasional Jangan Ada Kongkalingkong di Daerah./istimewa

SULUTIMES, Sulut – Sebagai sumber makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia. Tentunya, kenaikan harga beras berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Termasuk, warga Sulawesi Utara (Sulut). 

Untuk itu, meski melejitnya harga beras ini merupakan fenomena nasional namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah pimpinan Gubernur Prof Dr (Hc) Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (OD-SK), terus melakukan berbagai upaya untuk mengawal agar tak terjadi permainan harga di pasar-pasar daerah.

Apalagi, menjelang ibadah puasa bagi umat muslim yang perkiraannya dimulai antara tanggal 10 atau 11 Maret 2024 ini, Wagub Sulut Steven Kandouw mengatakan ada berbagai langkah yang akan dilakukan Pemprov Sulut.

“Salah satunya, operasi pasar penyediaan bantuan bahan pangan murah. Ada beberapa tempat yang akan dilaksanakan di pekan ini,” terangnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyempatkan waktu memantau harga bapok di pasar tradisional./dok

Lanjutnya juga, tetap mengupayakan antisipasi dan kendalikan terjadinya kelonjakan kenaikan harga. Tapi yang utama ketersediaannya dulu.

“Sudah dibentuk tim untuk terus memonitor ketersediaan pangan dengan instansi terkait. Seperti bulog, pertamina, serta pasar – pasar di kabupaten kota. Mulai besok itu dilaksanakan, guna menyambut bulan puasa. Juga, agar kelonjakan harga pangan di Sulut bisa di monitor,” terang Wagub Steven Kandouw saat diwawancarai sejumlah wartawan di lobi Kantor Gubernur Sulut, Selasa 5 Maret 2024.

“Kenaikan harga beras adalah fenomena nasional, tapi jangan lagi terjadi kongkalikong harga di daerah. Itu yang harus terus kita kawal,” tandas Wagub Kandouw.

“Kami tetap mengindentifikasi, mana daerah yang surplus mana yang tidak. Kita main di tingkat lokalan dulu. Makanya, harus diberi penguatan tentang koordinasi. Kalau tanpa koordinasi kita tidak tahu harganya, bisa saja berbeda – beda di tiap daerah. Kontribusi silang juga wajib dilaksanakan,” sambung Wagub SK.

Untuk itu, Wagub Steven Kandouw juga mengimbau kepada para kepala daerah di kabupaten/kota hingga kepala pasar se- Sulut untuk memonitor kepala – kepala pasar.

“Jangan sampai di tingkat pasar ini terjadi kongkalikong. Banyak kejadian, jauh hari sudah diikat oleh tengkulak – tengkulak. Peran kepala pasar juga itu penting,” tukasnya.

Advetorial Diskominfo Sulut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini