6 Terdakwa Kasus Pengeroyokan di Kota Bitung Divonis Hukuman 6 Bulan Penjara

0
8

Manado, SuluTimes.com — Majelis Hakim yang dipimpin  Syors Mambrasar SH MH menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan terhadap masing masing terdakwa pelaku pengeroyokan atas peristiwa bentrok 25/11 antar kelompok di Bitung.

Atas putusan Jaksa Penuntut (JPU) Kejari Bitung , Natalia Katimpali SH belum menyatakan sikap dengan pikir pikir, sementara Tim Penasihat Hukum (PH) Simbri Hanther Leke SH, dan rekan langsung menerima vonis tersebut. Rabu (15/05/2024) di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam pasal pasal 170 ayat (2) ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair.

Masing masing para terdakwa dalam satu berkas, dua terdakwa, yakni Ariando Pandey  (20) warga Kayawu – Tomohon, dan Jorten Pungun (18) warga Warembungan – Pineleng Minahasa.

Satu berkas lainnya dengan tiga terdakwa, yaitu,  lelaki Hokita Poluan  (29) warga Kakaskasen – Tomohon, Oliver Kudahati  (22) warga Sumompo – Tuminting Manado dan Angga Kalesaran (26) warga Warembungan – Pineleng Minahasa. Serta berkas tersendiri, lelaki Imanuel Gosal (22) warga Watudambo – Kauditan Minahasa Utara.

Atas putusan itu majelis hakim memberi kesempatan dalam waktu tujuh hari sejak putusan dibacakan, baik JPU dan Terdakwa melalui Tim PH untuk menyatakan sikap, yakni  menerima, pikir pikir atau upaya hukum lainnya banding.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bitung , Natalia Katimpali SH yang telah tuntutan terhadap para  terdakwa selama 12 bulan,  belum menyatakan sikap dengan pikir pikir  atas putusan 6 bulan tersebut.

Sementara Tim Penasehat Hukum (PH), yakni Simbri Hanther Leke SH, Welly Ferdinand Lumy SH, Lefrando S Sumual SH MH dan Noldy F Taole SH terhadap putusan  langsung menyatakan menerima.

“Ketika kita Tundukan kepala dan berseru kepada Tuhan semuanya tidak ada yang mustahil, yakin Tuhan yang beracara atas kesemuanya itu. Puji Tuhan putusan perkara 35,36,37/Pid.B sesuai yang di harapkan,” ungkap Advokat Simbri Leke ketika diwawancarai media ini.

” Baik para terdakwa dan kami selaku tim Penasehat hukum dalam sidang langsung menyatakan menerima atas putusan. Dan sebagaimana masa tahanan yang telah dijalani para terdakwa di dalam Rumah Tahanan Negara ,  jika dihitung kedepannya, 15 hari lagi pulang ke rumah.” Tambah Simbri Leke senada dengan rekan.

Diketahui  peristiwa pada Sabtu 25 November 2023 sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Intan kelurahan Bitung Timur , Kecamatan Maesa Kota Bitung. Kejadian berawal saat adanya aksi pawai parade dari Barisan Solidaritas Muslim (BSM) dan Aksi Organisasi Masyarakat Makatana Minahasa yang saat itu sedang melaksanakan Upacara Adat, para terdakwa ikut dalam acara tersebut dan terjadi bentrok antara BSM dan Ormas Makatana.

Bentrokan antara dua kelompok yang  terjadi  di Bitung –  Sulawesi Utara  menyebabkan saksi korban, Irwanto Sepen mengalami  luka luka serta ada pengrusakan mobil ambulance.

Dalam proses persidangan telah terjadi perdamaian antara saksi korban dengan terdakwa. Tanggal 18 Maret 2024  saksi korban, Irwanto Sepen sudah memaafkan perbuatan yang dilakukan para terdakwa. Dan keluarga terdakwa beritikad baik dengan memberikan santunan kepada saksi korban.

Sebelumnya pada tanggal 28 November 2023 bertempat di Reverside Resto Manembo – nembo kota Bitung telah terjadi perdamaian antara Organisasi Masyarakat Adat Minahasa (Makatana Minahasa) dan Organisasi Masyarakat Muslim kota Bitung (BSM) yang difasilitasi juga dan disaksikan oleh Kapolda Sulut dan Forkopimda kota Bitung.

(**/Sisca)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini