Pembangunan Bak Sampah di Lolak Dinilai Program Gagal Perencanaan Pemkab Bolmong

0
62
Nampak sejumlah titik bak sampah yang tak bisa menampung volume sampah.(sulutimes)

SULUTIMES, Bolmong – Pembangunan bak-bak penampungan sampah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondouw (Bolmong) didepan sejumlah rumah warga di pusat ibukota Kecamatan Lolak begitu banyak dikeluhkan warga.

Pasalnya, fasilitas yang diduga bersumber dari APBD 2019 ini justru memicu kesemrawutan dan sumber penyakit bagi warga sekitar.

Kepada wartawan sulutimes.com, warga Lolak Dewi Hasu mengatakan hampir 3 bulan terakhir ini di sekitar rumah kediamannya selalu dipenuhi dengan bau busuk yang bersumber dari bak sampah yang berada tepat di depan rumahnya.

“Bak sampah itu sudah pernah kami segel untuk mencegah lebih banyak sampah yang menumpuk disitu. Tapi mungkin karena warga lainya tau itu adalah fasilitas pembuangan sampah yang disiapkan pemerintah, jadi tetap saja masih ada yang buang sampah disitu,” keluah Dewi, Kamis (19/12/2019).

Senada disampaikan warga Lolak lainya Rosmini Dilapanga, kondisi sampah yang terus menumpuk mengakibatkan sampah mulai berserakan kemana-mana serta menimbulkan kesemrautan.

“Kami rakyat butuh soslusi pembuangan akhir yang tidak memberikan dampak lain dikemudian hari,” keluh Tante Mini sapaan akrabnya.

Aktivis mudah Lolak Reski Bahrun SH pun turut angkat bicara. Menurutnya pembangunan bak sampah di titik-titik tertentu adalah program gagal perencanaan oleh pemkab Bolmong.

“Pengadaan bak sampah tidak masalah asalkan harus terintegrasi dengan armada pengakut sampah yang kemudian disertai dengan tempat pembuangan akhir (TPA) itu baru solutif namanya,” tutur Bahrun.

Lanjutnya, sangat disayangkan jika ratusan juta anggaran pemerintah yang bersumber dari rakyat ini kemudian dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program yang mubazir.

“Jika seperti ini cara pemkab Bolmong dalam penanggulangan sampah di ibukota, jangankan mendapat Adipura, untuk sekedar bermimpipun kita tidak berhak,” sindir alumni Fakultas Hukum UNG ini.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bolmong Adul Latif mengatakan memang untuk saat ini pihaknya sedang mengupayakan adanya penambahan armada pengangkut sampah karena yang ada saat ini memang belum cukup, sehingga banyak terjadi penumpukan.

“Setiap hari Rabu dan Sabtu biasanya truk pengangkut sampah memang kita tugaskan untuk mengangkut sampah, cuma memang dalam satu bulan terakhir ini masih sediki ada kendala teknis,” jelasnya saat ditemui di kegiatan sosialisasi revisi RTRW di BAPEDA Bolmong beberapa waktu lalu.

Selain itu dirinya juga menyebutkan untuk TPA juga saat ini sudah ada lokasi yang disiapkan jauh sebelumnya hanya saja fasilitasnya masih sementara di bangun. “Kita upayakan tahun depan semua fasilitas sudah siap operasi,” pungkasnya.

 

Adri Paputungan

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here