Pemkab Bolmong Diminta Lebih Sigap Antisipasi Penyebaran Covid-19, Sulhan : Karantina Wilayah Perlu Disegerakan

0
235
Sulhan Mannggabarani SE SH.(sulutimes)

SULUTIMES, Bolmong – Semakin hari grafik penyebaran Virus Corona ditanah air terus bertambah dan kian mengkhawatirkan. 

Dengan alasan itu juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang-Mongondow (Bolmong) di desak untuk lebih cepat mengambil langkah antisipasi serta menetapkan Karantina Wilayah dengan melakukan penjagaan diperbatasan.

Kepada Wartawan Sulutimes.com, Anggota DPRD Bolmong Sulhan Manggabarani SE SH mengatakan Bolmong saat ini belum masuk zona merah penyebaran Covid-19. Meski begitu adanya, langkah yang lebih serius dalam pencegahan perlu segera diberlakukan.

“Orang yang masuk dan keluar di kampung-kampung maupun yang sekedar melintas di wilayah perbatasan harusnya lebih di perketat pengawasannya,” kata Sulhan, Senin (30/03/2020).

Personil Komisi III DPRD Bolmong ini menegaskan disaat situasi darurat seperti sekarang ini demi menyelamatkan nyawa banyak orang Pemerintah Daerah mestinya mampu menentukan sikap secara mandiri dalam pengendalian situasi serta terlalu  bergantung pada instruksi pusat.

“Kita hawatir, jangan nanti setelah situasinya mulai memburuk baru berfikir solusi sia-sia jika menutup pintu disaat musuh sudah terlanjur ada di dalam rumah,” sindirnya.

Sulhan juga menambahkan sebagai mitra pemerintah pihaknya sungguh merasa risih sebab disaat daerah di Minahasa Raya dan sebagian BMR mulai melakukan penjagaan di perbatasan masing-masing, Bolmong masih sibuk dengan urusan persiapan yang tidak jelas tindak lanjutnya.

“Bersyukur karena Bolmong memiliki daerah tetangga yang memiliki kesigapan yang baik tapi paling tidak dari hal yang baik itu mestinya kita adopsi demi kebaikan bersama,” tegasnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Asisten I Pemkab Bolmong Deker Rompas SE MM mengatakan kalau sesuai perencanaan pihaknya akan mendirikan Pos terpadu di wilayah Poigar di mana didalamnya akan melibatkan semua pihak terkait baik dari Kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan dan sejumlah instansi terkait lainya.

“Saat ini kendala yang masih mengganjal adalah soal ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD). Sehingga sesuai hasil rapat tadi (30/03/2020), jika logistiknya sudah siap dalam beberapa hari kedepan, kita akan langsung action,” terang Rompas.

Lanjut menurut Rompas, pihaknya akan mulai memberlakukan jam malam mulai sejak pukul 22:00 WITA sampai dengan pukul 06:00 Wita di wilayah perbatasan.

“Selain kendaraan tangki penyuplai BBM, kendaraan sembagko dan Pasien rujukan itu tidak di ijinkan untuk lewat,” sebutnya

Untuk satu atau dua hari kedepan keputusan itu juga akan disosialisasi ke masyarakat biar warga tidak ada yang bertanya lagi saat itu di berlakukan.

“Kita harap masyarakat juga dapat menyesuaikan apa lagi ini juga hanya di berlakukan sementara jika masa transisi Corona ini sudah lewat, maka kita semua akan beraktivitas lagi seperti biasanya,” pungkasnya.

ADRI PAPUTUNGAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here