Yasti Diminta Tinggal di Bolmong dan Memanfaatkan Rumah Dinas

0
1155

SULUTIMES, Bolmong – Jika didaerah lain yang namanya Kepala Daerah tinggal diwilayah Kepemimpinanya, maka lain lagi situasi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). dimana Bupati sebagai pimpinan Pemerintahan tertinggi hampir satu perode justru tinggal menetap di Kota kotamobagu yang notabene sudah terpisah secara administrasi sejak menjadi Daerah hasil pemekaran Bolmong tahun 2010 silam. 

Hal inipun menuai sorotan dari banyak pihak hingga sejumlah Anggota DPRD Bolmong juga angkat bicara bahkan melalui forum resmi Rapat Paripurna Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Perubahan (RPJMD-P) Bolmong 2017-2022. Kamis (10/09/2020).

Dari data hasil pantauan Wartawan Sulutimes.com saat meminta interupsi kepada Ketua DPRD Bolmong Welti Komaling disela acara Paripurna, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Supandri Damogalad SIP menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan kepentingan pembangunan Daerah diantaranya, meminta Bupati Bolmong Drs Yasti Suprejo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk STh untuk memanfaatkan fasilitas Rumah Dinas (Rudis) yang sudah dengan susah payah dibangun menggunakan puluhan Miliar Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD).

“Jika ditinjau dari aspek ekonomi maka tempat Bupati menetap saat ini lebih menguntungkan Daerah Kota Kotamobagu mengingat hampir setiap hajatan Bupati baik peribadi maupun Daerah diselenggarakan dikediaman peribadinya,” sebut Supandri.

Dirinya juga berharap melalui kebijakan Bupati sekiranya konsep pemberataan yang proporsional sekiranya dapat lebih dimaksimalkan lagi.

“Semua wilayah Bolmong wajib mendapat sentuhan pembangunan tanpa terkecuali. namun Pusat Ibu Kota juga harus diberikan porsinya sebagai represetatif wilayah Kabupaten,” sebutnya.

Eks Tenaga Ahli Program Kementerian Desa Kabupaten Bolmong ini mengatakan secara kasat mata tiga tahun Kepemimpinan Yasti pembangunan di pusat Ibukota memang sudah berjalan tapi belum tampak signifikan.

“Sebagai Ibu Kota, dilolak sudah seharusnya banyak dibangun akses-akses baru yang nantinya bisa difungsikan untuk perluasan wilayah (Pemukiman baru),” sebutnya.

Sementara itu Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bolmong Sulhan Manggabarani SE, SH berpendapat satu-satunya Kepala Daerah (Bupati) di Sulawesi Utara yang tidak tinggal dipusat Ibu Kota Pemerintahan hanyalah Bolmong.

“Ini bukan bicara soal kehendak DPRD meminta Bupati untuk pindah, tapi kita hanya mengulangi kembali apa yang sudah berkali-kali diucapkan Bupati kepublik semenjak dilantik pada 2017 silam,” sebut Sulhan.

Meski begitu, Sulhan sangat optimis kalau Bupati dan Wakil Bupati pasti lebih paham bicara konsep pembangunan ekonomi mengingat orang nomor satu di Bolmong tersebut adalah mantan anggota DPR-RI dua periode. sedangkan Wakilnya juga mantan anggota DPRD dua periode kemudian menjabat orang nomor dua di Bolmong.

“Kita berharap disisa masa jabatan satu tahun lebih ini, Bupati dan Wakilnya berkenan tinggal dan mau membangun bersama melalui pusat pemerintahan,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Febrianto Tangahu dari fraksi Nasdem mencontohkan diwilayah diman dirinya terpilih sebagai wakil raktat yakni Kecamatan Lolayan didaerah tersebut juga kurang mendapat setuhan bangunan.

“Banyak akses jalan pertanian di lolayan kurang diperhatikan pada akhirnya masyarakat petani kesulitan membawa hasil panenya,” terangnya.

Asisten III Bupati Bolmong Ashari Sugeha saat coba dimintai tanggapannya mengatakan. pada intinya semua sektor saat ini sedang digenjot pembangunannya.

“Andaikan tidak ada Pandemi Covod-19 Pembangunan di Bolmong pasti sudah lebih keliatan hasilnya,” pungkas Ashari.

Sementara itu Bupati Bolmong Yasti Suprejo Mokoagow sampai berita ini diturunkan masih belum bisa dimintai keteranganya karna beberapa kali coba ditemui dikantornya sedang tidak berada ditempat.

 

Adri Paputungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here