Akibat Pandemi Covid-19, PD Pasar Alami Krisis Pendapatan

0
3

SULUTIMES, Manado – Pandemi Covid-19 yang menyeranh seluruh dunia, melumpuhkan berbagai sektor termasuk melumpuhkan perekonomian dunia. 

Salah satu yang kena imbas adalah PD Pasar Kota Manado yang mengalami krisis pendapatan. Bahkan, PD Pasar tidak lagi memungut biaya tagihan baik dari sisi restribusi ataupun kebersihan.

Direktur Utama PD Pasar Kota Manado Stenly Suwuh mengakui, selama kurang lebih empat bulan, pendapatan berupa restribusi harian, kontrak dan biaya kebersihan mengalami defisit 60 persen dikarenakan krisis pandemi Covid-19.

“Sejak pandemi ini memang menurun pendapatan. Apalagi unit pasar rakyat yang ada di Pinasungkulan Karombasan tidak beroperasi, maka terjadi low hampir 70 persen,” kata Suwuh, Sabtu (5/9/2020).

Ia berujar, pendapatan yang menurun drastis bisa terukur dari hitung-hitungan yakni rata-rata perhari Rp. 30 juta, padahal menurutnya, pemasukkan normal adalah 40 sampai 50 juta rupiah perhari.

“Realitanya seperti itu, karena biasanya 50, sekarang tinggal 30 juta rupiah. Namun direksi tetap prioritaskan pembayaran gaji honor kebersihan. Tambah lagi bea listrik dan ATK,” tutur Suwuh.

Ia sendiri mengaku kalau saat ini sedang melakukan penghematan pengeluaran ATK, Bea Mami dan BBM.

“Harus hemat demi operasional pasar yang notabenenya berhubungan dengan hajat hidup pedagang. Tapi kami kecualikan untuk honorer kebersihan,” tandasnya.

***/Jo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here