Rakyat Tatelu Raya Tolak Keras Keberadaan PT MSM-TTN

0
64
Rakyat Tatelu Raya Tolak Keras Keberadaan PT MSM-TTN
Rakyat Tatelu Raya Tolak Keras Keberadaan PT MSM-TTN./istimewa

SULUTIMES, Minut – Tambang raksasa PT MSM dan TTN, mendapat penolakan keras oleh masyarakat Tatelu.

Hal ini terungkap dalam mediasi yang digelar di ruang rapat Polres Minut yang dihadiri oleh pihak PT MSM-TTN dan para perwakilan penambang rakyat, Senin (15/02/21).

Dalam mediasi tersebut penambang rakyat dengan tegas memberikan penolakan terhadap perusahan yang ingin segera melakukan eksplorasi di lokasi tambang rakyat Tatelu.

Hal itu juga disampaikan Novry Dotulong salah seorang penambang rakyat desa Tatelu. Pihak perusahan tidak boleh melakukan eksplorasi di Tatelu, karena sistem yang akan dijalankan oleh perusahaan bukan dengan cara penggalian secara vertikal dan horizontal di wilayah milik perusahan, melainkan akan melewati areal lahan milik warga.

“Kami minta dan berharap jangan ada aktifitas dari perusahan sebelum ada kesepakatan,” tukasnya.

Sebelumnya, eksternal PT MSM-TTN bapak Yusak dalam keterangannya tidak mampu memberikan penjelasan pasti kepada para penambang dan pemilik lahan maupun koperasi yang hadir dalam pertemuan tersebut. Bahkan, data peta Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) tidak dapat ditunjukkan.

Sebelumnya, Hendra Jacob pemilik lahan tambang di desa Tatelu menyayangkan pihak perusahan. Sebab, dalam pertemuan tersebut seakan hanya lebih kepada retorika untuk mensosialisasikan keberadaan perusahan.

“Karena pihak perusahan dalam hal ini pak Yusak tidak bisa mengambil sebuah keputusan, kami pemilik lahan dan penambang rakyat sudah bersepakat untuk tetap menolak keberadaan perusahan beraktifitas di wilayah tambang rakyat Tatelu,” tegasnya.

Ketua Koperasi Tambang Rakyat Tatelu Hendri Walukouw pun angkat bicara. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut masih bersifat prematur dan belum bisa diambil sebuah keputusan. Mengingat, masih banyak penambang yang belum diambil aspirasinya.

“Kami berharap agar jangan dulu ada kesepakatan yang dibuat. Dari Koperasi akan mengadakan rapat anggota dulu sehingga banyak aspirasi dari masyarakat penambang yang bisa mewakili aspirasinya. Kami berterima kasih kepada Kapolres Minut dan TNI yang sudah memfasilitasi pertemuan ini, namun karena belum ada keputusan, agar sebaiknya diagendakan kembali sehingga apa yang kami mintakan kepada perusahan terkait peta data dapat disampaikan dalam pertemuan lanjutan,” katanya.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau pun yang menjadi mediator mengiyakan untuk ada pertemuan kembali antara perusahan PT MSM-TTN dengan penambang.

“Saya akan mintakan kepada Bupati yang baru agar bisa hadir dalam pertemuan selanjutnya. Jadi sambil kita menunggu Bupati Minut yang baru, saya harap pihak perusahan agar segera mempersiapkan apa yang menjadi permintaan dari penambang rakyat terkait peta tersebut, juga kepada koperasi tambang segera melakukan rapat anggota untuk menyerap apa yang menjadi keinginan dari para penambang,” ujar Kapolres.

Adapun yang hadir dalam pertemuan yang di mediasi oleh Kapolres Minut, diantaranya Pabung Kodim 1310 Bitung Mayor Inf Kris Pusung, Kasat Intelkam Polres Deky Pangandaheng, Ketua Koperasi Hendry Walukouw dan para penambang serta pemilik lahan, Kapolsek Dimembe, Camat Dimembe Ansye Dengah, Kumtua Tetelu. Dari pihak eksternal PT MSM-TTN yaitu Pak Yusak, Donna Keles, Tridka Genam, Farly Waworuntu dan Herry ‘Inyo’ Rumondor.

Nando

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here