Bupati JG Hantar Bahasa Daerah Tonsea jadi Kurikulum Mulok SD-SMP di Minut

0
270
Bupati JG Hantar Bahasa Daerah Tonsea jadi Kurikulum Mulok SD-SMP di Minut
Bupati JG Hantar Bahasa Daerah Tonsea jadi Kurikulum Mulok SD-SMP di Minut./istimewa

SULUTIMES, Minut – Bupati Joune Ganda yang juga sebagai Tonaas Wangko Minaesa Amian, mengimplementasikan kebudayaan bahasa daerah ‘Tonsea’ menjadi kurikulum muatan lokal (mulok) pada jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Minahasa Utara, tahun ajaran 2021-2022.

Kurikulum mulok bahasa daerah ‘Tonsea’ resmi dilaunching oleh Bupati Joune Ganda pada Selasa 1 Juni 2021 di Aula Kantor Bupati. Menurut Bupati Joune Ganda melalui Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan dalam laporannya, menyatakan jika peluncuran kurikulum mulok bahasa daerah ‘Tonsea’ mengacu dari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan Pasal 38 ayat (2) dan seterusnya dari Peraturan Pemerintah hingga Permendikbud.

Dijelaskan Kadis Olfy, Kurikulum Muatan Lokal adalah materi pelajaran dan pengenalan berbagai ciri khas daerah tertentu, bukan saja yang terdiri dari keterampilan, kerajinan, tetap jaga manifestasi kebudayaan daerah legenda serta adat istiadat. Kurikulum Muatan Lokal adalah Kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan daerah yang bahan kajian dan pelajarannya disesuaikan dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi serta kebutuhan pembangunan, daerah yang diorganisasikan dalam mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“Kami menerjemahkan keinginan Bupati Minahasa Utara yang telah dinobatkan sebagai Tonaas Wangko Minaesa Amian melalui revolusi mental,” ujar Olfy.

Bupati JG Hantar Bahasa Daerah Tonsea jadi Kurikulum Mulok SD-SMP di Minut
Bupati Minut Joune Ganda saat melaunching bahasa daerah Tonsea jadi muatan lokal di SD dan SMP se Kabupaten Minut./istimewa

Kami yakin, pengajaran bahasa daerah Tonsea akan lebih menanamkan budaya budi pekerti serta nilai karakter lewat bahan ajar yang diberikan berupa lagu lagu bahasa daerah Tonsea, cerita cerita rakyat yang menggunakan bahasa Tonsea bahkan mengenalkan alam sekitar lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dengan menggunakan bahasa daerah Tonsea.

“Kami akan mengembangkan pembelajaran ini lewat tim pengembang kurikulum baik dari Dinas Pendidikan Minahasa Utara juga melibatkan LPMP serta bidang yang terkait, agar mendapatkan silabus dan bahan ajar,” jelasnya.

Sasarannya ditambahkan Kadis, seluruh sekolah di 10 Kecamatan. Untuk waktu akan dimulai sejak 13 Juli mendatang dan setiap kecamatan terwakilkan 1 Sekolah sebagai Sekolah Percontohan atau Sekolah Model dan selanjutnya akan diimbaskan ke 5 Sekolah sebagai Sekolah Imbas. Untuk tim pengajar adalah pemerhati dunia pendidikan yang peduli dengan budaya Tonsea yang tergabung pada Paimpulan Ne Tonsea yang akan mengajar di sekolah 1 minggu 2 kali pertemuan.

“Semoga ini akan menjadi awal yang baik untuk menjadikan masyarakat Kabupaten Minahasa Utara peduli dengan Budayanya sendiri dan mengembangkan budayanya untuk di wariskan kepada anak cucunya. Lebih dikenal kedepan dengan tradisi berbahasa Daerah Tonsea.
Bersamaan dengan memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2021 serta pencanangan Revolusi Mental maka diluncurkan pembelajaran Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Daerah Tonsea di Kabupaten Minahasa Utara,” tutupnya.

Nando

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here