BPBD Sitaro Data 10 Titik Longsor, Warga Diminta Waspada

0
34
Jalan penghubung warga Kampung Kawahang dan Kampung Batubulan yang masih tertutup material longsor, Selasa (4/8/2020).(sulutimes)

SULUTIMES, Sitaro – Cuaca ekstrim hujan disertai angin kencang saat ini terus menghantam Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat mendata sejumlah titik-titik longsor.

Alhasil dari data yang dikumpulkan BPBD, Selasa (4/8/2020) ada sebanyak 10 titik rawan bencana tanah longsor terjadi di Pulau Siau, yakni di Kecamatan Siau barat dan di Siau barat utara di area pemukiman warga.

“Sesuai pantauan, tiga titik bencana tanah longsor di antaranya bahkan sempat menutup akses jalan utama warga, bahkan hingga hari ini satu titik terbesar di Kampung Kawahang Kecamatan Siau Barat Utara belum bisa dilewati kendaraan, medan sulit serta cuaca yang masih di guyur hujan jadi kendala bagi petugas untuk membersihkannya,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Sitaro Charlton Bob Wuaten ST saat ditemui wartawan.

Lebih jauh dijelaskan Wuaten, pihaknya menemui kendala untuk membersihkan material longsor, selain karena medan jalan yang curam dan sulit saat ini cuaca hujan masih terus terjadi yang rawan terjadi longsor susulan.

“Hingga saat ini terdapat 10 titik longsor di pulau siau, untuk daerah Tagulandang dan Biaro masih terus dipantau,” sambungnya.

Sementara itu, terkait dengan cuaca buruk di awal bulan agustus ini, menurut Wuaten sesuai dengan prediksi Badan Meterologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) berpotesi masih terus terjadi beberapa hari kedepannya, karena itu, Pemkab minta warga meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrim.

“Kami imbau warga tingkatkan kewaspadaan dan segera melakukan isolasi mandiri ketika hujan lebat terjadi lebih dari satu jam, khususnya rumah yang berada dekat dengan sungai dan berada di lereng,” pintanya.

 

Sisco/Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here