Suasana Demo Mahawsiswa UKIT di Kantor Sinode (Foto/ist).
Suasana Demo Mahawsiswa UKIT di Kantor Sinode (Foto/ist).

Sulutimes.com – TOMOHON, “Permasalahan yang terjadi pada lembaga pendidikan di Universitas‎ Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) ini sudah akut dan berefek pada keresahan masyarakat serta merugikan kelembagaan serta mahasiswa yang mengayam pendidikan di UKIT.” Hal ini diungkapkan Rivo Wakul, wakil ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia‎ (GMNI) Tomohon yang juga merupakan Ketua LAM (Lembaga Advokasi Mahasiswa) UKIT. ‎ Christovan Loloh salah satu kader DPC GMNI Tomohon yang juga ketua BEM Hukum UKIT juga mengungkapkan bahwa, “dinamika yang melilit lembaga pendidikan GMIM ini harus segera di selesaiakn sesuai aturan hukum yang berlaku, ini ialah pergumulan iman kita semua yang merupakan Civitas Akademika UKIT yay. GMIM Ds. A. Z. R. Wenas.

‎ Menyikapi dinamika ini, GMNI Tomohon juga mengadakan‎ konsolidasi, kamis (22/09). Lewat konsolidasi ini GMNI mengeluarkan beberapa point yang menjadi Rekomendasi bersama‎, Yaitu :‎

  1. Mendesak Kapolda SULUT untuk menindak tegas oknum-oknum kepolisian yang bersikap anarkis pada mahasiswa UKIT, yang merupakan kader GMNI saat melakukan aksi damai di kantor Sinode GMIM pada tanggal 20 september 2016.
  2. Mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan kasus korupsi yang melibatkan oknum BPMS GMIM.
  3. Mendesak Yayasan Wenas untuk menindaklanjuti perihal surat kementerian riset, teknologi dan perguruan tinggi dengan lampiran surat bernomor : 1027/B2/ST/2016 tentang status Yopie Pangemanan benar lulusan sekolah tinggi ilmu ekonomi artha budhi iswara surabaya, untuk diaktifkan kembali sebagai Rektor Ukit.

Sementara itu Rendy Rompas SH selaku wakil ketua Korda GMNI Sulut-Go menyatakan bahwa, “sudah menjadi rahasia umum bahwa persoalan UKIT tidak bisa dipisahkan dari oknum-oknum BPMS GMIM periode saat ini yang tidak dewasa dalam bertindak, arogansi individu serta gaya hidup yang keluar dari prinsip-prinsip aturan lembaga pendidikan dan tidak lagi mencerminkan gaya hidup kehambaan.” ujar Rompas‎

“Kami (GMNI, red) akan mengawal terus proses ini, salah satu alasannya ialah puluhan mahasiswa yang menjadi korban anarkisme aparat kepolisian saat melakukan aksi damai di halaman kantor Sinode GMIM ialah kader-kader GMNI Tomohon serta kami meminta pada seluruh masyarakan sulawesi utara dan kelompok-kelompok terkait agar bersama menggumuli serta mendoakan persoalan UKIT ini agar cepat selesai.” pungkasnya. (Fly)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here