Kadis Pertanian Dicerca Sejumlah Pertanyaan Oleh Komisi III DPRD Bolmong Terkait Kelangkaan Pupuk

0
332
Nampak suasana RDP yang di gelar di ruang Komisi III Kantor DPRD

SULUTIMES, Bolmong – Keluhan kelangkaan Pupuk yang dialami Petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) direspon Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan menggiring Dinas Pertanian (Distan) ke meja Hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (16/02/2021).

Hasil pantauan Wartawan Sulutimes.com, melalui RDP yang berlangsung selama 4 jam itu Kepala Distan Bolmong Remon Ratu didampingi sejumlah pejabat teknis dibawahanya dicerca sejumlah pertanyaan oleh Komisi III menyangkut penyebab kelangkaan pupuk.

Adapun beberapa alasan kelangkaan Pupuk yang dikemukakan Distan diantaranya jumlah kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dinilai masih kurang. Selain itu banyak juga kios-kios penyalur belum menebus stock pupuk dari distributor di mana mekanismenya harus bayar terlebih dahulu.

“Total pupuk bersubsidi yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat hanya 921 ton kalaupun ada ketambahan itu hanya kebijakan Pemerintah Provinsi yang menggeser sebagian stock Kabupaten lain,” sebut Ratu.

Situasi rapat pun sempat memanas dan semakin alot manakala Remon Ratu terkesan menyudutkan petani yang dianggapnya tidak begitu tertarik dan jijik menggunakan pupuk kompos sebagai alternatif dan mengidentikan karakter tersebut dengan kelompok masyarakat tertentu. “Petani Bolmong kurang begitu tertarik menggunakan pupuk Kompos,” sebut Ratu.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Komisi III Supandri Damogalad SIP mengatakan tidak sepantasnya seorang Kepala Dinas mengeluarkan penyataan menyudutkan petani.

“Tugas Dinas terkait itu memberikan solusi serta memberikan edukasi penggunaan pupuk alternatif di tengah kelangkaan, jangan justru terkesan lebih menyalahkan petani,” sergahnya.

Ketua Fraksi PKB ini bahkan mempertanyakan kinerja dari Distan mengingat persoalan kelangkaan pupuk ini sudah berulang kali sejak beberapa tahun terakhir alasanya pun masih sama. “Bisa disimpulkan ada yang keliru dengan pola kerja Distan,” terangnya lagi.

Sementara itu, Anggota Komisi III lainya Sulhan Manggabarani juga meminta Distan suapaya dapat memperbaharui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pertanian.

“Data RDKK itu sebaiknya dievaluasi dan diperbaiki lagi, sebab bisa jadi ada data petani yang sudah meninggal tapi masih tetap terdaftar,” beber Sekretaris Fraksi Golkar ini.

Diujung RDP Kadis Pertanian Remon Ratu sempat menyampaikan permohonan maaf di mana dirinya tidak bermaksud menyudutkan kelompok masyarakat tertentu, sembari mengatakan akan memperbaiki kembali hal-hal yang kurang terkait persoalan Pupuk.

Adri Paputungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here