Dorong Rekonsiliasi Pasca Konflik Doloduo-Kosio, APDR Temui Bupati Bolmong

0
157

 

SULUTIMES, Bolmong – Untuk mendorong terciptanya rekonsiliasi pasca tauran antar kampung (tarkam) antara Desa Doloduo dan Kosio, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) segenap elemen pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Dumoga Raya (APDR) temui Penjabat Bupati Bolmong Ir Limi Mokodompit, MM. senin (13/06/2022).

Aliansi yang tergabung dari beberapa organisasi kepemudaan diantaranya Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, KNPI, dan Ikatan Alumni Dewan Pelajar Mahasiswa Dumoga Bolaang Mongondow inipun diterima langsung Bupati Limi Mokodompit diruangannya.

Adapun beberapa poin pokok yang dibahas dalam pertemuan tersebut diantaranya terkait tarkam yang terjadi diwilayah dumoga.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, APDR memberikan rekomendasi terkait dengan mitigasi keamanan, melihat wilayah Dumoga merupakan daerah yang rawan akan konflik.

Wilayah Dumoga sendiri merupakan daerah yang majemuk baik dari agama, suku dan budaya. Melihat kondisi sosial-kultur tersebut, konflik yang sering terjadi di wilayah Dumoga dapat dengan mudah diplesetkan oleh oknum dan pihak-pihak tertentu dari konflik antar kampung menjadi konflik yang bernuansa SARA. Realitas sosial-kultur inilah yang mendorong perlu adanya keseriusan dari pihak pemerintah dan pihak keamanan.

Berangkat dari problematika sosial-kultural tersebut, dalam pertemuan tersebut Aliansi Pemuda Dumoga Raya memberikan rekomendasi yang dinilai penting dalam upaya penanganan dan keamanan kepada Bupati Bolaang Mongondow. Adapun rekomendasi yang diberikan diantaranya :

Pertama, Perlu dibangun pos keamanan disetiap perbatasan desa, serta untuk keaktifan pos keamanan perlu melibatkan personil kepolisian yang bekerjasama dengan LINMAS desa. Selanjutnya untuk mendorong legalitas formal perlu adanya surat edaran bersama antara Bupati dan Kapolres Bolaang Mongondow.

Kedua, Perlu adanya penambahan personil keamanan dan armada oprasional (kendaraan patroli baik roda empat maupun roda dua) pendukung disetiap Polsek di seluruh kecamatan yang berada di wilayah Dumoga.

Ketiga, Jam patroli pada malam hari oleh pihak kepolisian perlu dimasifkan.

Keempat, Perlu penambahan pos Koramil dibeberapa titik yang dinilai sering terjadi konflik tarkam.

Kelima, Sosialisasi KAMTIBNAS yang perlu dilakukan secara continue.

Keenam, Perlu adanya oprasi miras disetiap kampung, karena hal ini sering menjadi salah satu faktor terjadinya konflik tarkam di wilayah Dumoga.

Ketujuh, Khusus untuk desa yang bertikai dalam hal ini desa Doloduo dan desa Kosio perlu dilakukan konsolidasi pasca konflik, dengan harapan agar pemerintah Daerah dapat menfasilitasi pertemuan pemuda antar kedua desa tersebut. Karena penangkapan dan penyergapan pasca konflik menurut kajian kami bukan merupakan solusi yang sifatnya jangkah panjang dan permanen.

Kedelapan, Perlu adanya transparansi hukum sebagai upaya keterbukaan informasi yang berkenaan dengan proses penangkapan dan penyergapan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku yang dapat memicu konflik.

Setelah dilakukannya pertemuan tersebut serta mendengarkan rekomendasi yang disampaikan oleh APDR. Pj Bupati Bolmong Limi Mokodompit menerima bahkan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh tokoh muda intelektual Dumoga ini.

Selain itu, Limi Mokodompit juga menyampaikan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Daerah (FORKOPIMDA) Bolmong  terkait langkah-langkah apa yang perlu diambil oleh pihak Pemerintah.

(ADR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini