Satgas Pamtas Ri-Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani Kembali Gagalkan 43 Orang PMI Ilegal Di Wilayah Perbatasan

0
166

 

SULUTIMES, Bolmong – Personel Satuan Petugas (Satgas) Pengamanan Perbatasana  (Pamtas) Indonesia – Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani kembali berhasil menggagalkan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang hendak melintas dari Indonesia menuju Malaysia melalui jalan tikus di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, wilayah perbatasan Ri-Malaysia Kalimantan Barat Sektor Timur.

Hal ini sesuai data press release yang dikirimkan personel Penerangan Yonarmed 19/105 Trk Bogani kepada Wartawan. Sulutimes.com. Selasa, (21/06/ 2022)

 

Menurut Dansatgas Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, S.Sos, M.Han mengatakan. untuk kesekian kalinya pihaknya telah berhasil menggagalkan penyebrangan PMI Ilegal dariI Indonesi ke Malaysia. namun pada kali ini tepatnya senin (20/06/2022) menjadi kasus dengan jumlah PMI ilegal terbanyak yaitu 43 orang.

“Diantara 43 orang PMI tersebut juga terdapat 7 orang yang membawa anaknya degn usia balita dan rencana akan ikut bersama menyebrang ke Malaysia,” ujar Edi.

 

Dansatgas itu juga menjelaskan kalau sebelum menggagalkan aksi nekat para calon pekerja ilegal itu pihaknya sudah mendapatkan informasi awal.

“Setelah menurunkan 1 SSK pasukan untuk berpatroli dititik-titik yang sudah di tandai. personel Pos Mentari yang dipimpin oleh Kapten Arm Chandra beserta 9 personel lainya berhasil menggagalkan PMI ilegal yang saat itu mereka beraksi dengan cara berjalan menyusuri perkebunan sawit,” sebut Edi.

 

Dirinya juga menambahkan kalau pihaknya  usai mengagalkan niat para tenaga kerja tanpa ijin resmi tersebut. Yonarmed kemudian melakukan pemeriksaan dan pendataan di Pos Kotis Pamtas. setela itu meyerahkan para yang bersangkutan kepada instansi terkait yaitu pihak Keimigrasian di wilayah Badau.

“Kedepannya kita juga akan rutin melaksanakan kegiatan sweeping dan patroli, selain patroli yang dilakukan oleh personel pamtas kita juga akan melaksanakan patroli gabungan bersama instansi terkait guna mencegah segala macam bentuk kegiatan ilegal yang mungkin akan terjadi di wilayah perbatasan ini.” pungkasnya.

(ADR)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini