Indeks Kebahagiaan Sulut Capai 73,69 Persen, Wagub Kandouw: Ini Peranan Ibu-Ibu PKK

0
4
Royke H Mewoh, Wagub Steven Kandouw, Ketua TP PKK Provinsi Sulut Ir Rita Maya Dondokambey, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos saat pembukaan HKG PKK ke-46.

SULUTIMES, Sulut – Wakil Gubernur Drs Steven O E Kandouw mengatakan, penduduk di Sulawesi Utara masuk dalam tiga besar paling bahagia di Indonesia dengan indeks kebahagiaan sebesar 73,69 persen setelah Maluku Utara (75,68) dan Maluku (73,77). Selain itu, Sulut juga meraih peringkat teratas daerah paling toleran dengan tingkat toleransi mencapai 5,90 persen.
Pencapaian positif itu tak terlepas dari peranan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulut untuk mewujudkan kerukunan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
“Provinsi Sulawesi Utara meraih nomor tiga daerah paling bahagia. Ini adalah peranan dari ibu-ibu PKK nya,” kata Kandouw pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-46 yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Konsultasi TP PKK Tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi, Rabu (04/04/2018) di Manado.

Wagub Steven Kandouw saat sambutan mewakili Pemprov, Gubernur Olly Dondokambey.

Menurutnya, terciptanya kerukunan dan kebahagiaan masyarakat Sulut itu sejalan dengan peringatan HKG PKK kali ini yang memilih tema Kerukunan Dalam Keluarga dan Lingkungan untuk Mewujudkan Indonesia Damai.
“Saya sangat mengapresiasi tema peringatan HKG PKK tahun 2018 tentang pentingnya kerukunan dalam keluarga dan lingkungan. Ini sangat penting”, tandasnya.
Disamping itu, Kandouw juga mengajak Tim Penggerak PKK menjadi penggerak dalam upaya pelestarian lingkungan untuk mencegah kerusakan alam. Satu diantaranya melalui pencanangan Hari Anti Plastik untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat ini banjir bisa terjadi di semua wilayah. Ini menyadarkan kita untuk selalu memelihara lingkungan. Rencananya Bapak Gubernur pada bulan April ini akan mencanangkan Hari Anti Plastik di Sulawesi Utara”, ungkapnya.
Lebih jauh, Kandouw mengingatkan pentingnya koordinasi dan konsultasi yang dilakukan TP PKK Tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi.
“Koordinasi itu sangat penting. Tanpa adanya koordinasi maka pembangunan tidak akan berjalan optimal,” imbuhnya.

Sambutan Ketua TP PKK Sulut Ny Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan.

Di tempat yang sama, Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan saat membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengatakan, keluarga dan lingkungan menjadi benteng utama untuk terciptanya keamanan dan kedamaian di masyarakat sehingga membutuhkan peran Tim Penggerak PKK dan kader PKK dalam menjembatani peran setiap orangtua untuk membangun ketahanan dalam keluarga.
Hal tersebut menjadi penting, karena ketahanan dalam keluarga itu kunci keharmonisan dan kerukunan dalam setiap rumah tangga.
“Saya ingin mendorong agar seluruh tim penggerak dan kader PKK senantiasa memberikan contoh nyata dan keteladanan dalam ikut serta menciptakan kerukunan keluarga dan lingkungan sehingga bisa terwujudnya Indonesia yang aman nyaman tenteram dan damai”, ujarnya.
Menurutnya, tema peringatan HKG PKK yang menyebutkan bahwa keluarga dan lingkungan jadi benteng utama terwujudnya masyarakat aman tentram dan damai adalah tepat karena tahun 2018 sampai tahun 2019 disebut sebagai tahun politik, seiring diadakannya Pilkada serentak di 171 daerah dan Pilpres pada tahun berikutnya.

Wagub Sulut Steven Kandouw bersama Ketua TP PKK dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Kepala DPMDD Royke Mewoh serta TP PKK Kabupaten/ Kota se Sulut.

“Yang penyelenggaranya diharapkan berlangsung damai. Saya juga ingin mengajak jajaran TP PKK untuk memberi bimbingan dan pembinaan pada kader-kader PKK termasuk kader Dasawisma. Karena pada mereka terletak fungsi kerja termasuk di dalamnya menciptakan lingkungan yang damai tersebut,” tandasnya.
Sementara, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS menjelaskan sejarah singkat TP PKK di Indonesia.
Disampaikannya, Gerakan PKK di masyarakat berawal dari kepedulian istri Gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967, yaitu Ibu Isriati Moedani, setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar.

Bentuk kebersamaan pemotongan kue antara Ketua TP PKK Sulut Ny Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK Sulut Ny dr Kartika Devi Kandouw Tanos, MARS bersama Ketua TP PKK Kab/Kota. 

“Pada awalnya program PKK adalah 10 segi pokok PKK. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melaui 10 Segi Pokok Keluarga dengan bentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas/jawatan dan isteri kepala daerah sampai dengan tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah”, terangnya.
Dirinya pun menegaskan TP PKK menjadi motor penggerak yang tumbuh dari lapisan paling bawah. “TP PKK merupakan motor penggerak bagi masyarakat yang tumbuh dari bawah melalui gerakan keluarga kecil bahagia dan sejahtera”, kunci dr Devi sapaan akrabnya.
Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Daerah (DPMDD) Royke H Mewoh serta pengurus TP PKK kabupaten dan kota se-Sulut.

 

(Advetorial/Biro Pemerintahan Dan Humas Setdaprov Sulut)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here