Mopeng Politisi Muda Sulut, Hadiri Konferensi Parpol Asia di Nepal

0
17
Widy Mopeng (tengah,red) saat menghadiri Konferensi Parpol Asia di Nepal.

SULUTIMES, Sulut – Sebagai partai politik (Parpol) baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus berupaya mengembangkan jaringan bukan hanya di dalam negeri tapi hingga ke luar negeri.
Hal ini terlihat saat PSI berpartisipasi dalam konferensi sosial demokrat, Kamis 28-30 Juni di Kathmandu, Nepal yang diadakan oleh lembaga internasional yang berpusat di Jerman, Friedrich Ebert Stiftung.
Konferensi yang bertemakan “An Economy for Progress and Justice” ini dihadiri oleh perwakilan partai politik dari berbagai negara, baik dari Asia, Eropa dan Amerika Latin.
PSI sendiri mendelegasikan dua kader karena keduanya memiliki pengalaman di bidang Internasional untuk hadir sebagai pendiskusi di acara ini, yakni Dedek Prayudi (Uki) dan Dwidyawati Esther Mopeng (Widy).
Sulawesi Utara patut berbangga, Widy Mopeng baru saja mewakili Indonesia sebagai delegasi untuk Simulasi Sidang PBB di New York pada Maret 2018.
Putri daerah asal Minahasa Utara ini dipercayakan oleh pimpinan DPP PSI untuk mengikuti konferensi Partai Politik tingkat Internasional.
Baginya, konferensi ini adalah momentum bagi PSI untuk dapat memperkenalkan sekaligus membangun hubungan dengan Partai-Partai Politik di Negara lain.
“Saya menyadari bahwa sebagai Partai baru yang akan mengikuti Pemilihan Umum 2019, isu Politik Internasional juga menjadi agenda penting, dengan membangun hubungan dengan Partai-Partai Politik negara lain, kami akan mampu dan bertahan menghadapi tantangan global,” tutur perempuan kelahiran 1995 ini.
PSI dinilai oleh FES (Friedrich Ebert Stiftung) sebagai partai baru yang memiliki tujuan serta visi misi yang jelas untuk membangun Indonesia dan dunia.
“Saya juga sangat bersyukur karena beberapa Negara memberi apresiasi terhadap PSI karena membuat gebrakan baru, dimana pengurus-pengurus Parpolnya adalah anak muda dan mengdepankan keterwakilan perempuan,” imbuhnya.
Kami akan diskusi mengenai berbagai hal seperti digitalisasi dan masa depan dunia kerja, merancang ulang skema dunia kerja agar sesuai dengan kebutuhan masa depan.
“Dan yang terpenting perkembangan politik global terkini,” pungkas Mopeng.

Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini